Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Indan Gilang Buldansyah meminta maaf atas insiden kekerasan yang dilakukan dua anggota polisi militer di Marauke. Dok. TNI
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Indan Gilang Buldansyah meminta maaf atas insiden kekerasan yang dilakukan dua anggota polisi militer di Marauke. Dok. TNI

Legislator Minta Narasi Provokatif Penganiayaan Warga di Merauke Dihentikan

Nasional tni mutasi tni Papua Penganiayaan tni au
Wandi Yusuf • 29 Juli 2021 06:44
Jakarta: Sejumlah legislator dari Komisi I DPR meminta narasi provokatif atas penganiayaan warga di Merauke, Papua, dihentikan. Masyarakat diimbau tidak membuat pernyataan provokatif terkait penganiayaan seorang warga di Merauke, Papua, oleh oknum anggota TNI Angkatan Udara
 
"Jangan sampai kejadian itu menimbulkan masalah lain, apalagi sampai melebar ke isu suku, agama, ras dan antargolongan," kata Anggota Komisi I DPR Abdul Kadir Karding melalui keterangan tertulis, Kamis, 29 Juli 2021.
 
Menurutnya, kasus penganiayaan seorang warga di Merauke rawan jadi alat provokasi dengan mengangkat isu etnis. Apalagi, lawan politik pemerintah sedang mencari momentum. Dia berharap masyarakat tidak terpancing dengan narasi yang diciptakan untuk membuat suasana semakin panas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan sampai ini menjadi isu seperti kasus di Amerika, antara kelompok hitam dan putih. Jangan sampai narasinya dibawa ke sana, kita harus cegah," kata Karding.
 
Ke depan, Karding berharap Polri, TNI, Satpol PP atau organisasi lainnya yang sering bersentuhan dengan masyarakat bisa mendisiplinkan anggotanya. Sehingga, sikap saat bertemu masyarakat bisa lebih baik.
 
Selain itu, Karding menilai harus segera ada komunikasi dan koordinasi dengan para tokoh masyarakat setempat. "Pemerintah daerah dan analisis oleh intelijen misalnya sejauh apa potensi isu ini akan berpengaruh terhadap keamanan kita," kata dia.
 
Anggota Komisi I DPR Bobby Adityo Rizaldi mengajak semua untuk mempercayakan penanganan kasus itu ke TNI dengan penyidikan, penegakan disiplin internal militer, hingga hukuman bagi pelaku. "Agar jelas disampaikan ke publik dan memenuhi rasa keadilan," ujar Bobby.
 
Baca: Stafsus Presiden Kecam Aksi Kekerasan TNI Terhadap Difabel
 
Selain itu, menurut Bobby, semua pihak perlu menghentikan penyebaran video penganiayaan kepada seorang warga di Merauke. "Karena rentan disalahgunakan untuk propaganda hate speech kepada TNI. Sangat rawan dikaitkan dengan isu-isu pelanggaran HAM yang rentan dipelintir, baik domestik atau international melalui media sosial," tuturnya.
 
Bobby juga mengingatkan bahwa Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto selalu menegaskan untuk mengedepankan pendekatan humanis. Bukan represif dalam semua pengerahan prajurit setiap operasinya. 
 
"Pemerintah harus bergerak segera untuk meredam isu-isu yang bisa berkembang. Optimalkan koordinasi dengan simpul-simpul intelijen sebagai deteksi dini. Perkuat sinergi dengan tokoh lokal agar isu ini selesai dan menunggu proses hukum yang berjalan," ujar dia.
 
 
Halaman Selanjutnya
Kepala Staf TNI AU Marsekal…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif