Kapal selam KRI Nanggala-402 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa. ANT/Syaiful Arif
Kapal selam KRI Nanggala-402 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa. ANT/Syaiful Arif

Siap Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, 5 Negara Ini Bawa Alutsista Canggih

Nasional Amerika Serikat tni bali Kapal Selam India TNI AL malaysia Australia Singapura
Sri Yanti Nainggolan • 23 April 2021 14:22
Jakarta:  Sebanyak 10 negara siap membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di Perairan Bali, Rabu, 21 April 2021. Sudah ada lima negara yang tengah mengirim alat utama sistem senjata (alutsista) mereka beserta armadanya ke Indonesia. 
 
"Ini ada MV Swift (dari Singapura). Harapan kita mudah-mudahan sore atau malam ini tiba," kata Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad dalam konferensi pers di Lanud Ngurah Rai Bali, Jumat, 23 April 2021.
 
Berikut adalah tipe alutsista dari lima negara yang sedang menuju Indonesia untuk membantu pencarian KRI Nanggala-402:

1. Singapura Kirim MV Swift Rescue

Militer Singapura bergerak cepat mengerahkan armada kapal untuk membantu pencarian KRI Nanggala-402. Kapal militer yang dikerahkan juga fokus untuk misi penyelamatan kapal selam.
 
"Yang dikirimkan adalah kapal pencari kapal selam dan kapal untuk rescue di laut. (Armada kapal) yang dikirim adalah bantuan penyelamatan kapal selam," kata Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo, dalam program Breaking News Metro TV, Kamis, 22 April 2021.
 
Armada tersebut berupa kapal penyelamat MV Swift Rescue dalam operasi pencarian KRI Nanggala-402. Diketahui, negara di Asia yang memiliki submarine escape and rescue hanya Singapura. Kapal tersebut diprediksi sampai di Perairan Bali hari ini. 

2.  Malaysia kirim MV Mega Bakti

Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri bin Yaakob mengatakan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) telah mengirim kapal penyelamat kapal selam TLDM, MV Mega Bakti. Kapal itu sudah berangkat pada 22 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Operasi SAR ini melibatkan 54 kru yang terdiri atas tujuh pegawai dan anggota TLDM; tiga pegawai dan staf perubatan ATM; serta 44 kru MV Mega Bakti. Operasi ini diketuai oleh Komandan Mohd Hairul Fahmy bin Yob TLDM selaku coordinator rescue force (CRF)," ujar Menhan Dato' Sri Ismail Sabri bin Yaakob, dalam keterangan yang diterima Medcom.id, Kamis 22 April 2021.
 
Ia menjelaskan MV Mega Bakti telah belayar dari Jeti Operasi Markas Pemerintahan Kapal Selam, Teluk Sepanggar, Kota Kinabalu, Sabah, dan diperkirakan sampai ke lokasi SAR pada 25 April 2021 pukul 15.00 WIB. MV Mega Bakti adalah kapal sewaan TLDM yang mempunyai kemampuan utama untuk melaksanakan SAR ke atas kapal selam.
 
Halaman Selanjutnya
3. India kirim DSRV Angkatan…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif