Warga berolahraga saat pemberlakukan PSBB di Jakarta, Rabu, 15 April 2020. Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warga berolahraga saat pemberlakukan PSBB di Jakarta, Rabu, 15 April 2020. Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Pemerintah Diminta Penuhi Target Uji 10 Ribu Sampel Sehari

Nasional Virus Korona PSBB
Kautsar Widya Prabowo • 21 Mei 2020 21:40
Jakarta: Relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dianggap belum layak diterapkan. Pasalnya, kurva penyebaran virus (covid-19) belum menujukkan penurunan. Pemerintah diharap menggunakan bukti ilmiah dalam membuat kebijakan terkait covid-19.
 
"Sekarang kita belum mencapai 10 ribu per satu juta untuk di tes covid-19. Masih di bawah empat ribu, apakah itu sudah cukup," kata pengamat kebijakan publik Agus Pambagio dalam diskusi virtual, Kamis, 21 April 2020.
 
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pemerintah belum memenuhi target dalam memasifkan uji covid-19 di tengah masyarakat. Tidak menutup kemungkinan terdapat orang tanpa gejala (OTG) beraktivitas normal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penularannya bisa tinggi kalau enggak ada landasanya (ilmiah). Kalau buat saya (relaksasi PSBB) bermasalah," tuturnya.
 
Agus menilai pemerintah harus memenuhi target tes 10 ribu per satu juta penduduk. Hal itu juga menjadi saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengetahui penyebaran covid-19.
 
Pemerintah berencana melonggarkan aturan PSBB. Rencana ini masih dikaji.
 
"Tadi difokuskan upaya kita untuk mengurangi PSBB dalam rangka meningkatkan atau memulihkan produktivitas," kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2020.
 
Pemerintah Diminta Penuhi Target Uji 10 Ribu Sampel Sehari
 
Baca: Mayoritas Pelanggar PSBB DKI Tak Didenda
 
Muhadjir menyebut pemerintah tak mau sembarangan mengambil keputusan yang dapat berimplikasi pada pengendalian covid-19. Pemerintah akan melibatkan banyak pihak mengkaji pelonggaran PSBB.
 
"Presiden (Joko Widodo) telah menetapkan perlunya ada kajian yang cermat dan terukur dan melibatkan banyak pihak untuk mempersiapkan tahapan-tahapannya," ujar dia.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif