Ilustrasi. Foto: Antara/Widodo S. Jusuf.
Ilustrasi. Foto: Antara/Widodo S. Jusuf.

10 Titik di Jakarta Berpotensi Alami Tanah Bergerak

Nasional tanah longsor
Medcom • 10 November 2019 07:58
Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut ada 10 lokasi di Jakarta yang berpotensi mengalami gerakan tanah pada November 2019. Sepuluh titik berpotensi pergerakan tanah tersebut berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
 
Untuk wilayah Jakarta Selatan ada di Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggarahan. Sedangkan wilayah Jakarta Timur ada di Kramat Jati dan Pasar Rebo.
 
Seluruh lokasi memiliki potensi gerakan tanah kategori menengah. Pergerakan tanah pada kategori tersebut akan terjadi jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir (dinding terjal), tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Potensi pergerakan tanah ini levelnya menengah, artinya bila curah hujan di atas normal berpotensi terjadi longsor," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Iwan Ibrahim melansir Antara, Minggu, 10 November 2019.
 
Menurut Iwan, setiap bulan BPBD DKI Jakarta selalu mengunggah informasi potensi pergerakan tanah di wilayah Jakarta, dan 10 titik tersebut merupakan wilayah rawan pergerakan tanah. Sebab, kebanyakan dari titik-titik tersebut merupakan wilayah yang beririsan langsung dengan pinggiran sungai, tebing, maupun lereng. "Cenderungnya pinggiran sungai," ungkap Iwan.
 
Ia mengatakan, pengamatan dan pengukuran mengenai potensi pergerakan tanah dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). BPBD sebagai badan koordinasi bidang kebencanaan memperbaharui informasi tersebut sebagai upaya antisipasi dan edukasi kepada masyarakat dan aparat di wilayah terdampak.
 
"Setiap bulan informasi di-update, kita sampaikan ke wilayah, wali kota, camat, dan lurah wilayah terdampak," bebernya.
 
Upaya yang dilakukan BPBD dengan adanya potensi gerakan tanah ini, lanjut Iwan, adalah memberikan informasi kepada lurah dan masyarakat agar berhati-hati atau waspada terhadap daerah tersebut, dikarenakan jika curah hujan di atas normal maka ada potensi bisa terjadi pergerakan tanah longsor.
 
Dengan adanya informasi tersebut, upaya penanggulangan bisa dilakukan lebih cepat, terutama mitigasi atau mencegah jangan sampai terjadi gerakan tanah. "Yang terpenting itu jangan ada yang membuat bangunan di daerah potensi seperti tebingan dan pinggir sungai. Camat dan lurah yang mengawasi ini," tegas Iwan.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif