presiden jokowi--Antara/Widodo S
presiden jokowi--Antara/Widodo S

Presiden Perintahkan TNI-Polri Rangkul Masyarakat

Nasional jokowi tni polri
Damar Iradat • 16 Mei 2019 19:32
Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta TNI-Polri untuk merangkul masyarakat. Menurut Jokowi, jika TNI-Polri bisa merangkul masyarakat, maka kekuatan tersebut mampu menghalau paham-paham yang tidak sesuai dengan Pancasila.
 
"Saya mengajak TNI dan Polri untuk terus merangkul elemen masyarakat, kita berharap bersama membangun bangsa, menghalau paham dan kekuatan yang tidak sesuai dengan konstitusi kita dan tidak sesuai dengan Pancasila," kata Jokowi saat buka puasa bersama TNI-Polri dan masyarakat di kawasan Monas, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengajak TNI dan Polri untuk memangkas bibit-bibit terorisme. Sebab, bibit terorisme mengancam keutuhan negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan, persatuan negara harus tetap dijaga. Sebab, Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan ratusan suku. "Negara kita ini negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara besar. Dengan bermacam suku agama, ras budaya, adat tradisi yang berbeda-beda," ujarnya.
 
Jokowi juga berharap, kondisi politik dan keamanan terus stabil. Pasalnya, menurut dia, stabilitas politik dan keamanan adalah sarat mutlak bagi pembangunan bangsa Indonesia. "Dan itu tidak bisa terjadi stabilitas keamanan dan stabilitas politik kalau TNI dan Polri ini tidak solid dan bersatu," ungkapnya.
 
Baca: Jokowi Hadiri Buka Puasa Bersama TNI-Polri
 
Jokowi sebelumnya hadir dalam buka puasa TNI-Polri didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Selain itu, turut hadir pula Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian serta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
 
Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara juga tampak hadir dalam acara tersebut. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.
 
Kemudian Menteri Desa Eko Putro Sanjoyo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Mahkamah Konstitusi Anwar Usman.
 
Selain itu Jaksa Agung M. Prasetyo, Ketua KPK Agus Rahardjo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, para kepala staf angkatan darat, udara, dan laut, Habib Lutfi bin Yahya serta sejumlah ulama.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif