Mendiang Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Foto: Medcom.id/Candra Yuri)
Mendiang Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Foto: Medcom.id/Candra Yuri)

Wajah Murung Wartawan Peliput Bencana

Nasional obituari
07 Juli 2019 11:09
Jakarta: Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, wafat. Almarhum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit di Guangzhou, Tiongkok, Minggu, 7 Juli 2019 dini hari.
 

"Apa benar kabar duka yang saya terima," tulis seorang jurnalis dalam sebuah grup WhatsApp wartawan peliput bencana - Medkom Bencana 5, sekitar pukul 04.00 WIB.
 
Saat itu, hampir seluruh anggota grup yang berisi 228 partisipan saling mengonfirmasi. Sontak, kesedihan yang tercitra dalam emoji murung menyelimut di grup pesan instan yang dibentuk oleh Sutopo itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Grup WhatsApp tersebut dibentuk untuk memudahkan informasi tentang bencana di Indonesia kepada para pewarta. Bahkan, untuk mengakomodir ratusan atau bahkan ribuan wartawan baik nasional maupun daerah, Sutopo membuatnya hingga lebih dari 5 grup WhatsApp. Kini, empunya telah tiada.
 
Sutopo merupakan sosok yang paling dicari kala bencana terjadi. Informasinya dipercaya dan dijadikan rujukan, apalagi di tengah hoaks yang merajalela dan berita yang simpang siur.
 
Kepercayaan itu tentu tidak diperoleh Sutopo dalam sekejap mata, tapi perlu proses waktu, integritas, juga kesinambungan.
 
Informasi yang disampaikannya sebagai Humas BNPB sudah teruji sejak 2010. Saat itu, Pak Topo - demikian para pewarta menyapanya - menggunakan Twitter sebagai sarana penyampaian informasi kepada publik mengenai perkembangan erupsi Gunung Merapi, Jawa Tengah.
 
"Saat itu, karena perkembangan sosial media juga informasi yang begitu cepatnya di sana, saya pun juga merasa harus menggunakan sosial media," kenang Almarhum Sutopo dalam sebuah wawancara eksklusif di program Newsmaker Medcom.id pada 1 November 2018.
 
Sama seperti perjuangan melawan kanker paru stadium 4 yang menggerogoti tubuhnya, hingga akhir hayat Sutopo terus berjuang meluruskan informasi yang tidak tepat tatkala bencana datang.
 
Beberapa saat setelah kabar meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho terkonfirmasi, namanya langsung merajai papan trending topic di beragam media sosial. Warganet berduka. Bahkan, dalam mesin pencari Google Indonesia, nama Sutopo menjadi salah satu frasa yang paling banyak diketik dan dicari.
 
Selamat jalan Pak Topo.
 

(COK)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif