Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, meninjau kandang peserta Piala Presiden dalam Silatnas Peternak Domba dan Kambing, Batu, Malang. Foto: KSP
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, meninjau kandang peserta Piala Presiden dalam Silatnas Peternak Domba dan Kambing, Batu, Malang. Foto: KSP

Kambing Seharga Setengah Miliar Kalah di Piala Presiden

Nasional peternakan
09 Desember 2018 20:19
Malang: Lasson, seekor kambing jantan, memenangkan Piala Presiden kategori paling ekstrem. Kambing seberat 140 kilogram dan tinggi 107 sentimeter itu, mengalahkan lawannya Master Bejo.
 
Ahmad D Ridoi, peternak asal Lumajang berbagi kisah cara merawat Lasson, kambing miliknya. Lasson setiap hari diberinya makanan bergizi tinggi.
 
"Dia paling suka susu, kulit kedelai, dan beras kacang hijau," kata Ridoi dalam acara Silaturahmi Nasional ke-6 Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia di Jatim Park 2, Batu, Minggu, 9 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk sekali makan, setidaknya Ridoi harus mengeluarkan biaya Rp 100 ribu.
 
Lasson bersaing ketat dengan Master Bejo. Kambing asal Mojokerto yang belum genap berusia tiga tahun itu sudah jadi langganan di beberapa kontes kambing yang digelar.
 
Bahkan, sebelum ikut lomba, Master Bejo ditawar senilai setengah miliar rupiah. Namun Anis, pemilik Master Bejo, dilarang anaknya menjual pejantan indukan itu.
 
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku senang dengan banyaknya perserta kontes bertema Peternak Muda Membangun Bangsa, Bangga jadi Peternak Indonesia. Tercatat ada 600 ekor kambing etawa mengikuti kontes tersebut.
 
"Saya bangga makin banyak peternak berasal dari generasi milenial," kata Moeldoko.
 
Moeldoko mengingatkan pasokan protein di Indonesia saat ini masih sangat jauh dari kebutuhan. "Jadi, marketnya besar sekali. Itu belum bicara ekspor lho," ujar dia.
 
Dia mengingatkan pentingnya peternak mengikuti perkembangan teknologi ternak. Sebab, perkembangan teknologi kini berjalan dengan cepat.
 
"Di sinilah kia harus terus berkembang dan meng-update diri," kata Moeldoko.
 
Ketua Umum Himpunan Peternak Domba-Kambing Indonesia (HPDKI) Yudi Guntara Noor menyebut Silatnas peternak kali ini memecahkan rekor jumlah peserta. Pada kontes sebelumnya yang berlangsung di Tawangmangu, Jonggol, Bantul, dan Cibubur, jumlah peserta hanya berkisar seratusan kontestan.
 
Silaturahmi tahunan ini, menurut Yudi, menjadi tempat pembelajaran terbaik. "Ribuan peternak dari berbagai daerah tidur bersama di tenda. Mereka mendiskusikan berbagai hal dari hulu ke hilir berbagai persoalan di dunia peternakan," ujar Yudi.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif