Tergerak Hati Memberi Penghormatan Terakhir
Anggota Basarnas bersama TNI dan relawan membawa kantong berisi jenazah korban gempa dan tsunami di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)
Jakarta: Tak hanya pemerintah dan aparat negara, peran relawan dalam penanganan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, tak bisa dipandang sebelah mata. Asep Junaedi salah satunya.

Pria berperawakan kurus ini dengan ikhlas menjadi relawan pengubur jenazah korban gempa dan tsunami yang menerjang Palu, Donggala, dan Sigi. Yang ia lakukan tak lain sebagai bentuk penghormatan terakhir sebagai relawan kemanusiaan.

"Secara manusiawi saya merasa terpanggil untuk melakukan ini dengan ikhlas. Hal kemanusiaan ini ibadah untuk saudara-saudara kita yang butuh pertolongan," ungkapnya dalam Breaking News Metro TV, Jumat, 5 Oktober 2018.


Asep Junaedi tak sendiri menjadi relawan pengubur jenazah. Tanpa pamrih, rekan Asep, Muhammad Ardi juga turut membantu menguburkan jenazah korban di pekuburan massal di atas pegunungan.

Tak kenal lelah, Ardi, bekerja mengangkut jasad para korban untuk dimakamkan secara massal setidaknya selama empat hari terakhir. Rasa haru mendorongnya untuk berkontribusi memberi penghormatan terakhir.

"Tergerak saja, panggilan. Melihatnya saja tidak tega apalagi di sini keluarga saya banyak, (rasanya) ingin menangis," tutur Ardi.

Hingga Jumat, 5 Oktober 2018, pekuburan massal yang dijaga oleh Asep dan Ardi telah menguburkan sekitar 643 jasad korban gempa. Hingga masa tanggap darurat selesai, mereka tak dapat memperkirakan berapa banyak lagi jenazah korban yang akan dimakamkan di pekuburan massal.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id