Ilustrasi tsunami. Medcom.id
Ilustrasi tsunami. Medcom.id

LIPI: Riset Potensi Tsunami 20 Meter Dibangun dari Beberapa Asumsi

Nasional tsunami Gempa Bumi bnpb
Suryani Wandari Putri Pertiwi • 01 Oktober 2020 04:28
Jakarta: Peneliti Paleotsunami di Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Eko Yulianto mengatakan publikasi soal potensi gempa megathrust di selatan Jawa dan tsunami setinggi 20 meter dibangun berdasarkan asumsi. Hal itu mungkin saja tak terjadi.
 
"Yang perlu dipahami, paper tersebut dibangun dengan banyak asumsi atau logika 'jika. Asumsi adalah sesuatu yang dianggap benar padahal belum tentu benar. Karena basisnya adalah banyak asumsi maka kesimpulannya menjadi digiring oleh semua asumsi-asumsi yang digunakan itu," papar Eko di Jakarta, Rabu, 30 September 2020.
 
Eko menuturkan angka 20 meter muncul jika dan hanya jika asumsi itu benar. Apabila salah satu asumsi salah maka angka 20 meter itu akan luluh dengan sendirinya atau berubah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eko memerinci asumsi 'jika' yang digunakan:
 
1. Jika memang seismicity gap sepanjang 1.800 kilometer (dari Selat Sunda hingga Nusa Tenggara) runtuh dan menghasilkan gempa (tidak semua seismik gap terbukti memicu gempa);
 
2. Jika gempa raksasa terakhir terjadi 400 tahun lalu dan belum terjadi gempa besar lagi hingga saat ini (boleh jadi gempa terakhir terjadi bukan 400 tahun lalu);
 
3. Jika kecepatan pengumpulan energi selama 400 tahun terakhir dianggap sama dengan pengumpulan energi hasil pengukuran dengan perangkat Global Positioning System (GPS) selama beberapa tahun terakhir (bisa saja kecepatan pengumpulan energi berubah-ubah dari waktu ke waktu);
 
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif