254 Juta Nomor Seluler Teregistrasi

Kautsar Widya Prabowo 18 Mei 2018 07:54 WIB
telekomunikasi
254 Juta Nomor Seluler Teregistrasi
Pedagang meregistrasi kartu prabayar pada gerai miliknya di Mall Ambasador, Jakarta. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.
Jakarta: Sebanyak 254 juta nomor pelanggan seluler prabayar telah teregistrasi hingga batas akhir 30 April 2018. Angka itu ideal apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 262 juta jiwa dengan pengguna internet 143 juta. 

"Angka ini merupakan hasil akhir yang disetujui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia), Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan para operator," kata Kepala BRTI Ahmad Ramli seperti dikutip dari Antara, Kamis, 17 Mei 2018. 

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys mengatakan angka ini adalah jumlah riil nomor pelanggan sesungguhnya. Proses registrasi ulang pun dianggap akan mengubah pola bisnis operator.


"Operator akan  lebih  mendorong  penjualan voucher fisik isi ulang yang bisa dipasarkan melaui gerai dan outlet," ungkap dia.

Sebelumnya, Ramli mengatakan pihaknya tidak memperpanjang batas waktu registrasi.  Hal tersebut sesuai dengan hasil rapat akhir Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dengan BRTI.

"Jadi, tetap tanggal 1 Mei jam 00.00 itu adalah batas akhir," tutur dia.

Baca: Telkomsel: Pelanggan Mesti Diblokir Dulu Baru Registrasi Ulang

Nomor yang tidak teregistrasi bakal diblokir. Setelah diblokir, semua layanan tidak bisa berfungsi. Pengguna tidak bisa menerima panggilan pesan masuk dan keluar, juga layanan internet. 

Layanan registrasi ke nomor 4444 pun tak bisa lagi difungsikan. Kartu yang sudah hangus tidak dapat digunakan kembali. Namun, masyarakat yang SIM card-nya hangus bisa membeli kartu seluler yang baru.




(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id