Ketua DPR Tekankan Pentingnya Jiwa Kepemimpinan Dibentuk Sejak Dini

Gervin Nathaniel Purba 27 April 2018 14:17 WIB
berita dpr
Ketua DPR Tekankan Pentingnya Jiwa Kepemimpinan Dibentuk Sejak Dini
Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto: Dok. DPR
Jakarta: Menjadi seorang pemimpin diperlukan proses, latihan, serta pembinaan. Seseorang yang mempunyai bakat memimpin akan lebih mudah untuk dilatih dan dibentuk menjadi pemimpin.

"Untuk menjadi seorang pemimpin pada masa mendatang, butuh persiapan dan proses yang tak instan. Perlu latihan dan pembinaan yang dilakukan secara konstan," ujar Ketua DPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet, saat mengisi latihan kepemimpinan siswa di SMA Labschool, Kebayoran, Jakarta, Jumat, 27 April 2018.

Bamsoet menjelaskan, kepemimpinan adalah teknik untuk mempengaruhi orang lain dalam organisasi agar dapat bekerjasama mencapai tujuan. Pemimpin menentukan visi, misi, target, dan strategi untuk mencapai tujuan. Sehingga, tujuan lebih mudah dan cepat tercapai.


"Masa muda seperti yang saat ini anak-anakku nikmati adalah masa window of oppurtunity. Karena daya tangkap kalian sangat tinggi sehingga dapat menyerap banyak hal dan pengalaman. Gunakanlah masa ini untuk membentuk jiwa kepemimpinan sejak usia dini sehingga mampu meningkatkan kepercayaan diri," katanya.

Ia berharap, para siswa bisa meneladani berbagai sifat kepemimpinan baik dari Rasulullah SAW, maupun yang telah diajarkan oleh salah satu Bapak Bangsa Indonesia, Ki Hajar Dewantoro.

"Jadilah pemimpin sebagaimana yang dicirikan Rasulullah SAW, yaitu siddiq, amanah, tablig dan fathonah. Selain itu, Bapak Bangsa kita, Ki Hajar Dewantoro, juga telah memberikan arahan mengenai sifat kepemimpinan, antara lain Ing Ngarso Sungtulodo, Ing Madio Mangun Karso, dan Tutwuri Handayani," ungkap politikus Golkar itu.

Ing Ngarso Sungtulodo berarti di depan memberi teladan. Ing Madio Mangun Karso berarti di tengah membangun kreativitas. Sedangkan, Tut Wuri Handayani berarti di belakang memberi dorongan.

"Dunia saat ini sudah tanpa sekat. Persaingan juga semakin meningkat. Ditambah Revolusi Industri 4.0 yang tengah dihadapi, membuat masa yang anak-anakku hadapi menjadi tak mudah. Namun dengan bekal dan kemampuan diri yang diasah di sekolah ini, insya Allah kalian mampu menghadapinya dengan baik. Kuncinya, adaptif terhadap perubahan dan jangan letih untuk terus belajar hal baru," ucapnya.



(ROS)