Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho--Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho--Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Korban Tsunami Banyak karena Tak Ada Peringatan Dini

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Candra Yuri Nuralam • 25 Desember 2018 16:37
Jakarta: Hingga kini tercatat 429 orang meninggal tersapu tsunami Selat Sunda. Sementara itu, 1.485 orang menderita luka.
 
Jumlah korban yang banyak disebabkan adanya peringatan dini kepada masyarakat untuk melakukan pengungsian.
 
"Ada waktu dari Krakatau ke Tanjung Lesung sebanyak 24 menit, tapi tidak ada alarm," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Gedung BNPB, Selasa, 25 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda jadi 429 Orang
 
Keceparan tsunami akan semakin melemah ketika mendekati pantai. Jika hal ini dapat diperingati terlebih dahulu, kemungkinan berkurangnya jumlah korban sangat besar.
 
"Di dalam lautan (kecepatan ombak) 600 sampai 800 km/jam. Sampai di daratan akan melambat. Di pantai sekitar 60km/jam," tutur Sutopo.
 
Namun, ketika sampai daratan, tsunami akan meninggi tergantung dari topografi yang ada di lokasi. "Tapi meninggi tergantung dari topografi. Ada yang jauh ada yang pendek," kata Sutopo.
 
Sebelumnya diketahui, sebanyak 154 orang masih dinyatakan hilang serta 16.082 orang terpaksa mengungsi akibat bencana ini. Keseluruhan korban berasal dari lima kabupaten terdampak bencana.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif