Pers Harus jadi Pemberi Peringatan Dini
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Jakarta: Jurnalis Senior Atmakusumah meminta pers bisa menjadi pemberi peringatan dini terhadap sebuah konflik. Contohnya, terkait kasus kerusuhan pada tahun 1999.

Jauh-jauh hari menjelang pemilu 1999 segala rupa kekhawatiran dan kecemasan diungkapkan dalam pemberitaan tentang kemungkinan terjadinya kerusuhan. Kekhawatiran itu ternyata tidak menjadi kenyataan.

Sebaliknya, pemilu 1999 dicap sebagai salah satu pemilu paling damai selama ini. Atmakusumah menyampaikan, pemberitaan pers itulah yang dijadikan antisipasi untuk menghadapi kerusuhan yang sempat dikhawatirkan.


"Sehingga masyarakat bisa melakukan berbagai persiapan untuk menghadapinya," kata Atmakusumah dalam bukunya Pers Ideal untuk Masa Demokrasi, Senin 22 Oktober 2018.

Selain bisa menjadi early morning system, Pers juga harus berperan dalam mengurangi konflik dan ketegangan. Pasalnya, ketegangan yang terus muncul dapat menimbulkan konflik baru.

"Memang kedengarannya bukan tugas Pers, akan tetapi setidaknya pers dapat mengurangi masyarakat yang terlibat dalam konflik tersebut," ungkapnya.

Peneliti LIPI Siti Zuhro sepakat dengan pendapat Mantan Ketua Dewan Pers itu. Menurutnya, media harus bisa menjernihkan dan mengedukasi.

"Pers harus menjadi early system dan berpihak pada keadilan dan kebenaran," ungkap Siti Zuhro dalam peluncuran buku milik Atmakusumah yang berjudul Pers Ideal untuk Masa Demokrasi di Perpustakaan Nasional.

Selain Siti Zuhro, hadir pula Mantan Ketua Dewan Pers Bagir Mantan, dan Ketua Dewan Pers Saat Ini, Stanley Yosep Adi Prasetyo.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id