Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet. Foto: MI/Angga Yuniar
Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet. Foto: MI/Angga Yuniar

Bupati Mentawai Jelaskan Budaya Pelestarian Hutan

Nasional perubahan iklim
Dheri Agriesta • 13 Desember 2018 08:30
Katowice: Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet menceritakan bagaimana kearifan lokal masyarakat Kepulauan Mentawai dalam menjaga hutan. Berkat kearifan lokal itu, angka deforestasi di Kepulauan Mentawai sangat kecil.
 
"Masyarakat Mentawai masih menjaga hutannya sendiri, karena ada budaya Mentawai itu yang disebut arat sabulungan, ini adalah keyakinan orang Mentawai," kata Yudas di Paviliun Indonesia, Katowice, Selasa, 11 Desember 2018.
 
Arat sabulungan adalah keyakinan masyarakat Mentawai bahwa setiap makhluk hidup memiliki roh. Bagi mereka, tumbuhan dan pohon juga memiliki roh yang harus dihormati dan dijaga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepercayaan itu membuat masyarakat Mentawai tak sembarangan menebang pohon. Masyarakat harus melakukan sejumlah ritual yang rumit jika ingin menebang pohon.
 
"Akhirnya ini jadi barrier bagi kita untuk tidak menebang pohon sembarangan. Nah itu (budaya) masih hidup sampai sekarang," jelas dia.
 
Yudas menegaskan Pemerintah Kabupaten Mentawai telah memerhatikan lingkungan sejak dulu. Ia sadar dengan keterikatan antara kehidupan masyarakat dengan hutan.
 
Baca:Indonesia Sampaikan Draf Kesimpulan Negosiasi COP 24
 
Yudas tak bisa membayangkan jika hutan Mentawi habis dibabat oknum tak bertanggung jawab. Karena, Mentawai merupakan wilayah kepulauan kecil di bagian barat Sumatera.
 
"Kalau dibabat sedemikian rupa pasti hancur tidak seperti sekarang, buktinya masih eksis. Nah, local wisdom itu yang harus dijaga untuk menjaga hutan," pungkas Yudas.
 

 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif