Airlangga Tutup Mulut Usai Bertemu JK
Mobil Airlangga Hartarto saat berpindah dari parkir depan menuju pintu belakang kantor Wapres - Medcom.id/Dheri Agriesta
Jakarta: Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden. Pertemuan itu berlangsung selama satu jam lebih.

Airlangga yang mengenakan kemeja bercorak coklat tiba menggunakan mobil dinas RI 32 di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Juli 2018. Tapi, tak ada pernyataan yang keluar dari mulut Airlangga usai pertemuan.

Menteri Perindustrian itu memilih keluar melalui pintu belakang Kantor Wakil Presiden. Mobil yang sudah parkir di depan Kantor Wakil Presiden tampak memutar ke arah belakang kantor.


Sekitar pukul 16.10 WIB, Airlangga buru-buru memasuki mobil saat melihat kendaraannya tiba di pintu belakang Kantor Wakil Presiden. Mobil melaju membawa Airlangga. Saat melintas di depan pewarta, Airlangga membuka kaca mobil dan menangkupkan tangan.

Pertemuan ini diduga membahas kemungkinan JK maju sebagai calon Presiden bersama Ketua Komando Tugas Bersama Agus Harimurti Yudhoyono. Kemarin, Airlangga menyebut akan bertemu JK untuk membahas kemungkinan itu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla membenarkan pertemuan ini. Saat menghadiri acara Widakarya Nasional Pangan dan Gizi di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pria asal Makassar itu, menyebut pertemuan biasa terjadi.

(Baca juga: Golkar Tuding Demokrat Manfaatkan JK Dongkrak Elektabitas AHY)

Apalagi, JK merupakan mantan Ketua Umum Partai Golkar. "Saya kan bekas Ketua Golkar, jadi ketemu Ketua Golkar ya (saya) nasihatin," kata Kalla.

Kabar menyandingkan JK dan Agus kembali mencuat usai pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Meski, kedua tokoh mengaku tak membahas politik saat pertemuan. Pertemuan itu merupakan silaturahmi dalam suasana Idulfitri.

Namun, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan berkata lain. Pertemuan antara JK dan SBY, kata dia, membahas kemungkinan koalisi dalam Pilpres 2019. Pertemuan juga membahas kemungkinan menyandingkan JK dan Agus.

Hinca mengatakan skema JK dan AHY muncul dari suara kader di akar rumput. Demokrat akan membahas lebih lanjut kemungkinan ini dalam 40 hari ke depan.

(Baca juga: Golkar tak Ngotot Airlangga Mendampingi Jokowi)







(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id