Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) menemukan batu dan sejumlah dokumen Partai Gerindra di dalam ambulans. Medcom.id/Yona
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) menemukan batu dan sejumlah dokumen Partai Gerindra di dalam ambulans. Medcom.id/Yona

Ambulans Gerindra Dibekali Uang Operasional Rp1,2 Juta

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Siti Yona Hukmana • 23 Mei 2019 21:24
Jakarta: Ambulans berlogo Partai Gerindra dibekali uang operasional sebesar Rp1,2 juta. Uang itu untuk mengisi bensin dari Tasikmalaya, Jawa Barat ke Jakarta.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan sebagian uang juga dipergunakan untuk membeli makan. Argo mengatakan uang tersebut diberikan oleh Ketua DPC Partai Gerindra Tasikmalaya ke tiga orang yang hendak ke Jakarta.
 
Tiga orang itu, yakni sopir berinisial Y, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Tasikmalaya berinisial I dan Wakil Sekretaris DPC Partai Gerindra Tasikmalaya berinisial O.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang memberikan uang operasional itu adalah Ketua DPC Partai Gerindra Tasikmalaya (Nandang Suryana)," ujar Argo, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Untuk diketahui, ambulans itu berangkat dari Tasikmalaya, Jawa Barat pada Selasa, 21 Mei 2019 pukul 20.00 WIB. Mereka datang ke Jakarta karena perintah untuk mengantisipasi bila ada korban Aksi 22 Mei.
 
Setibanya di Jalan Tjokroaminoto, Jakarta Pusat ambulans itu berhenti dan menumpangi dua orang. Mereka berinisial HS dan SGS.
 
"Dua orang itu diketahui simpatisan berasal dari Riau," ujar Argo.
 
Kemudian, ambulans bergerak ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Di lokasi itu, terjadi kerusuhan dengan lempar-lempar batu ke arah aparat kepolisian pada Rabu, 22 Mei 2019 pukul 04.00 WIB.
 
"Ada saksi yang melihat batu diambil dari mobil itu. Tim menyisir dan menemukan mobil itu, lalu dibawa ke Polda Metro Jaya," imbuh Argo.
 
Setelah digeledah oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) terdapat batu dan sejumlah dokumen Partai Gerindra di dalam mobil tersebut. Mereka pun mengaku tak tahu asal muasal batu tersebut.
 
"Ambulans yang dibawa tiga orang ke Jakarta itu tidak memiliki kualifikasi sebagai petugas medis. Mobil itu juga tidak ada perlengkapan medis, minimal P3K tidak ada, yang ada adalah beberapa batu," beber Argo.
 

 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif