Seorang petugas memandangi alat perekam kegempaan seismograf yang tidak berfungsi di Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau. Foto: Antara/Kristian Ali.
Seorang petugas memandangi alat perekam kegempaan seismograf yang tidak berfungsi di Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau. Foto: Antara/Kristian Ali.

BMKG: Alat Sensor Pemantau Gunung Anak Krakatau Rusak

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Whisnu Mardiansyah • 23 Desember 2018 13:00
Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengakui salah satu sensor pemantau aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami kerusakan. Sensor tersebut tidak mencatat adanya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menjadi penyebab gelombang tsunami di perairan Selat Sunda.
 
"Kita sudah koordinasi dengan Badan Geologi beberapa waktu sebelumnya ada kerusakan sensor yang terkena erupsi Krakatau sebelumnya. Jadi setelah erupsi, gunung meletus ada sensor yang terkena erupsi lalu tidak tercatat," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Rahmat Triyono saat jumpa pers di BMKG, Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Minggu, 23 Desember 2018.
 
Rahmat enggan menjelaskan lebih detail terkait kerusakan yang terjadi. Hal itu sepenuhnya menjadi wewenang Badan Geologi. Namun, imbas kerusakan itu membuat sensor tidak bisa mengirimkan sinyal seismograf apabila ada guncangan dan longsor aktivitas gunung api.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seperti di Surabya juga tercatat di sesmograf kami mencatat itu," ujarnya.
 
Baca juga: BMKG Mewaspadai Potensi Tsunami Susulan
 
Kepastian penyebab tsunami di Selat Sunda diketahui dari alat sensor yang masih berfungsi. Salah satunya berada di Pulau Setung, sekitar perairan Selat Sunda.
 
"Pulau Setung itu mencatat tadi malam 21.03 dan sensor kami yang di Cigeulis itu tercatat pada pukul 21.03 lebih 24 detik, dan ini menguatkan kesimpulan bahwa ini akibat aktivitas vulkanik," ucapnya.
 
Baca juga: BNPB: 62 Orang Meninggal Dunia Diterjang Tsunami Selat Sunda
 
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melaporkan informasi terbaru mengenai bencana tsunami yang menerjang Selat Sunda. Berdasarkan data BNPB hingga pukul 10.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 62 orang.
 
"Korban luka-luka 584 orang, hilang 20 orang. Kemudian terdapat 430 unit rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat," ujar Sutopo dalam keterangan resminya, Jakarta, Minggu, 23 Desember 2018.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif