Suasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Siswowidodo)
Suasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Siswowidodo)

Banjir di Tol Bukan Karena Salah Desain

Nasional banjir jalan tol
Nur Aivanni • 09 Maret 2019 10:39
Jakarta: Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hari Suprayogi menyebut banjir di tol bukan karena salah desain. Banjir yang melanda sedikitnya 15 kabupaten di Jawa Timur termasuk ruas tol Ngawi-Kertosono karena curah hujan tunggi.
 
"Tol kebanjiran itu karena Sungai Jeroan tak mampu lagi menampung air hujan. Daya tampung Sungai Jeroan hanya 800 meter kubik per detik sedangkan curah hujan yang tinggi membuat debit air meningkat 1.060 meter kubik per detik," ujarnya, Sabtu, 9 Maret 2019.
 
Dia menegaskan bahwa pembangunan tol sudah memperhitungkan elevasinya jika terjadi banjir tahunan. "Kalau banjir tahunan terjadi, itu levelnya di bawah tol.''

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Tol Kertosono-Madiun Ditutup Akibat Banjir
 
Ruas tol yang terkena banjir pun elevasinya paling rendah. Hari mengatakan, untuk mencegah peristiwa serupa terulang, pihaknya akan memperbaiki secara permanen parapet yang dipasang di sisi kiri-kanan jembatan. Karena terjangan air, parapet jebol sehingga air meluap ke tol.
 
Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sugiyartanto menyatakan banjir yang melanda ruas Tol Kertosono-Ngawi Km 603 hingga Km 604 bukan karena desainnya tak sempurna.
 
Menurutnya, pembangunan semua tol sudah terlebih dulu melalui feasibility study dan lolos uji analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal dan uji kelaikan lainnya.
 
"Jadi, ini bukan karena tol. Semua persyaratan sudah dilalui secara lengkap. Ini bukan soal desain dari tol itu. Tol hanya terdampak (luapan Sungai Jeroan karena curah hujan yang tinggi) dan sekarang sudah kembali normal," ucap Sugiyartanto.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif