Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho/Medcom.id/Deny Irwanto
Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho/Medcom.id/Deny Irwanto

Bencana Masih 'Mengintai' di 2019

Nasional bencana alam
Dhika Kusuma Winata • 01 Januari 2019 18:02
Jakarta: Bencana alam masih 'mengintai' Indonesia pada 2019. Bencana terjadi di berbagai wilayah sepanjang 2018.

"Prediksi bencana selama 2019 lebih dari 2.500 kejadian bencana di seluruh wilayah Indonesia," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada Media Indonesia, Selasa, 1 Januari 2018.

Prediksi itu dikeluarkan berdasarkan tren bencana yang tiap tahunnya rata-rata terjadi di kisaran 2.500 peristiwa. Pada 2017, terjadi 2.862 bencana. Pada 2018, 2.564 bencana melanda  Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: Waspadai Hujan Angin di 14 Wilayah Jabar Meski dari segi jumlah menurun, jumlah korban justru jauh berlipat ganda. Bencana sepanjang 2018 menyebabkan 3.349 orang meninggal, 1.432 orang hilang, 21.064 orang luka-luka, dan 10,2 juta orang mengungsi. Sepanjang 2017 bencana merenggut 309 nyawa, 69 orang hilang, 1.200 luka-luka, dan 3,6 juta warga mengungsi.

"Jumlah kejadian bencana turun 10,32% tapi korban meninggal dunia naik 98,4% karena bencana besar. Gempa di Lombok, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah, serta tsunami Selat Sunda menyebabkan kenaikan dampak korban bencana," ungkap Sutopo.

Dari 2.564 bencana yang terjadi sepanjang tahun lalu, 96,8% merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan puting beliung. Bencana hidrometeorologi diprediksi masih mendominasi pada 2019.

Itu masih akan banyak terjadi khususnya di daerah-daerah langganan dan rawan banjir serta longsor. Menurut Sutopo, faktor perubahan lingkungan berpengaruh besar terhadap kerentanan bencana banjir dan longsor.

"Masih luasnya kerusakan DAS, lahan kritis, laju kerusakan hutan, kerusakan lingkungan, perubahan penggunaan lahan menyebabkan bencana hidrometeorologi meningkat," jelas Sutopo.

Baca: 25 Wilayah di Jabar Rawan Terjadi Longsor

Sedangkan bencana geologi seperti gempa bumi sepanjang tahun lalu tercatat 23 kali yang bersifat merusak. Itu menyebabkan 572 meninggal dunia, 2.001 orang luka-luka, 483.399 orang mengungsi dan terdampak, dan 226.667 unit rumah rusak.

"Rata-rata setiap bulan ada sekitar 500 kejadian gempa di Indonesia. Gempa bumi tidak dapat diprediksikan secara pasti di mana, berapa besar, dan kapan. Namun, perlu terus diwaspadai," ucap  dia.

Gempa diikuti tsunami dan likuefaksi terjadi 1 kali di Sulawesi Tengah, Bencana itu menyebabkan 3.475 orang meninggal dan hilang. Terakhir, tsunami di Selat Sunda menyebabkan 453 orang meninggal dan hilang.




(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi