YLKI Minta Pemerintah Mengawasi Ketat Lion Air
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. (Medcom.id/Patricia Vicka)
Jakarta: Pemerintah diminta mengawasi secara ketat maskapai Lion Air. Sebab, maskapai berlambang kepala singa itu kerap dikeluhkan masyarakat.

"Pemerintah harus mengawasi ketat Lion Air. Seintensif mungkin mengawasi mereka. Ini sangat penting karena maskapai itu sering kali banyak mengecewakan," ucap Ketua Pengurus Harian ‎Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)YLKI Tulus Abadi kepada Medcom.id‎, ‎Kamis, 1 November 2018.

Tulus berharap pemerintah bisa memastikan maskapai lainnya tidak terkena masalah teknis dan keselamatan. "Itu penting, agar tidak terjadi lagi kejadian yang tak diinginkan," jelas dia.


Sebelumnya, YLKI meminta pemerintah lewat Kementerian Perhubungan memberikan sanksi kepada Lion Air. Yakni, tidak boleh lagi menambah rute dan pesawat baru.

"Harus ada sanksi yang keras agar ada shock therapy. Kalau memecat direktur teknis itu bukan sanksi korporsi. Kalau kasih sanksi itu harus menjerakan," kata Tulus.

Baca: YLKI: Harus Ada Sanksi Keras kepada Lion Air

Menurut YLKI, membebastugaskan direktur dan pegawai te‎knik Lion Air tidak membuat jera Lion Air.

Pada Senin, 29 Oktober 2018 pagi, Lion Air ‎JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang ‎jatuh di perairan Tanjung Karawang. Pada saat kejadian itu mengangkut 189 orang.

Tim gabungan telah menemukan bagian black box dari pesawat beregister PK-LQP itu. "Meski begitu, benda yang ditemukan merupakan bagian dari black box, karena black box itu putus," ucap Kepala Basarnas M Syaugi.

Black box ditemukan 500 meter dari koordinat terakhir Lion Air PK-LQP terdeteksi. Kotak itu berada di kedalaman 30 meter dan terkubur lumpur.

Black box yang ditemukan akan dikirim segera ke Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id