Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Kombes Haryanto/Medcom.id/Damar Iradat
Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Kombes Haryanto/Medcom.id/Damar Iradat

69 Keluarga Penumpang Lion Ikut Pendampingan Psikologis

Nasional Lion Air Jatuh
Damar Iradat • 02 November 2018 13:27
Jakarta: Puluhan keluarga penumpang Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610 mengikuti program pendampingan psikologis. Program tersebut menjadi salah satu fokus utama Polri di samping mengidentifikasi penumpang.
 
"Pendampingan psikologis diiukti 69 (keluarga), pelaksanaannya akan diperbaiki dari waktu ke waktu," ucap Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Kombes Haryanto, di Jakarta, Jumat, 2 November 2018.
 
Baca: Badan Pesawat PK-LQP Sudah Terlihat

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendamping psikologis terdiri dari tim RS Polri, Polri, Polda Metro Jaya, dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi). Tim mulai melayani keluarga penumpang sejak Selasa, 30 Oktober 2018.
 
Kepala Analisis Kebijakan Divisi Humas Mabes Polri Kombes Slamet Pribadi menjelaskan informasi terlalu vulgar menjadi keluhan keluarga penumpang. Keluarga penumpang, terang Slamet, meminta semua pihak menggunakan kata-kata yang tak terlalu sadistis.
 
"Ada permohonan dari mereka agar tak menyebutkan hal-hal yang membuat mereka miris dan dirasakan sadis. Meskipun itu hanya sebuah kata, tapi memberikan efek trauma kepada keluarga," ucap dia.
 
Baca: Tim DVI Terus Upayakan Identifikasi Korban
 
Pesawat Lion Air PK-LQP kode penerbangan JT-610 dilaporkan hilang komunikasi pada Senin pagi, 29 Oktober. Pesawat dipastikan jatuh dan tenggelam di Tanjung Karawang, Jawa Barat.
 
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat. Kotak hitam atau black box berhasil ditemukan Kamis, 1 November 2018 pagi.
 

 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi