Terpidana 'Bali Nine' Bebas Hari Ini
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Denpasar: Terpidana "Bali Nine" Renae Lawrence, warga Australia, dinyatakan bebas setelah menjalani hukuman 13 tahun di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Bangli, pada Rabu, 21 November 2018. Lawrence yang terlibat kasus penyelundupan 8,2 kilogram heroin akan langsung dideportasi dari Indonesia dengan pengawalan Kantor Imigrasi Denpasar dan Polda Bali.

"Ya, hari ini rencananya setelah dibebaskan dari Rutan Bangli, terpidana penyelundupan heroin dari Indonesia ke Australia pada 2005 itu langsung dibawa ke Bandara Internasional Ngurah Rai," kata Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali, Agato Simamora, di Denpasar, Rabu, 21 November 2018.

Terpidana dinyatakan bebas murni setelah penandatanganan serah terima dari Kanwil Kemenkumham Bali ke Konjen Australia. Serah terima akan dilakukan di Rutan Bangli.


Agato menegaskan, Renae baru dinyatakan bebas pada hari ini setelah pukul 23.59 WITA. "Teknisnya kami yang jemput Renae dan langsung dibawa ke Bandara Intenasional Ngurah Rai," katanya.

Persiapan di Bandara Ngurah Rai sudah dilakukan. Namun, dia tak bisa menjelaskan rinci negara dan tempat tujuan pemulangan Renae. "Kita hanya bertugas mengembalikan ke negara asalnya," ujarnya.

Tidak ada pihak Konsulat Australia yang ikut mendampingi Renae Lawrence saat pemulangan dilakukan. Konsulat Jenderal Australia hanya memastikan yang dibebaskan hari ini warga negaranya.
 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id