Ketua DPR Bambang Soesatyo/MI/Rommy Pujianto
Ketua DPR Bambang Soesatyo/MI/Rommy Pujianto

BMKG Diminta Memperbaiki Pendeteksi Bencana

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Putri Rosmala • 24 Desember 2018 10:05
Jakarta: Badan Metorologi, Klimatologi, dan Geofisika diminta segera memperbaiki early warning system atau alat pendeteksi bencana. Keberadaan alat tersebut sangat penting.

"Untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, apabila terjadi kembali bencana alam seperti longsor, banjir, gempa bumi, maupun tsunami," tegas Ketua DPR Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.

Politikus Golkar itu menhelaskan pihak terkait harus bisa meminimalisasi jumlah korban jiwa maupun materi. Peringatan dini memegang peranan penting dalam konteks ini. Namun, kesadaran masyarakat merawat pendeteksi bencana juga tak kalah penting.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: Korban Tsunami Banten Jadi 281 Orang Di sisi lain, BMKG dituntut terus menyampaikan informasi terkini baik cuaca, ketinggian laut, maupun kemungkinan adanya erupsi Gunung Anak Krakatau. Informasi bisa disampaikan melalui media cetak, digital, radio, maupun pesan singkat.

"Memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi, serta aktif memberikan informasi tersebut kepada lembaga transportasi darat, laut, sungai, danau, dan udara," ucap eks Ketua Komisi III itu.

Baca: Jejak Longsor Gunung Anak Krakatau Terekam Citra Satelit

Semua lembaga terkait juga harus meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca. Terlebih, musim hujan yang saat ini terjadi di Indonesia berpotensi bencana.

Kementerian Sosial juga diminta maksimal menolong dan memenuhi kebutuhan pengungsi dan korban. Posko kesehatan juga harus memadai.

Tsunami di Selat Sunda menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan Sabtu malam, 22 Desember 2018. Hingga pukul 07.00 WIB, 281 orang tercatat meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi.

Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak. Korban dan kerusakan ini terdapat di 5 kabupaten terdampak, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.




(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi