Wakasad Tinjau Pembangunan Jalan Paralel Perbatasan Kalimantan

Fachri Audhia Hafiez 03 November 2018 05:18 WIB
tinjau perbatasan
Wakasad Tinjau Pembangunan Jalan Paralel Perbatasan Kalimantan
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman meninjau Pembangunan Jalan Pararel Perbatasan Kalimantan (PJPPK) tahun anggaran 2018 di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Dok.Kadispenad.
Malinau: Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman meninjau Pembangunan Jalan Paralel Perbatasan Kalimantan (PJPPK) tahun anggaran 2018 di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Dalam kesempatan itu sekaligus dilakukan peninjauan Satgas Pamtas Yonif 144/Jaya Yudha di Kodam VI/Mulawarman.

Kedatangan Wakasad disambut Dandim 0910/Malinau Letkol Kav Yudi Suryatin, serta Bupati Malinau Dr. Yansen TP dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Malinau.

Tatang mengingatkan personel TNI harus menjalin kerja sama harmonis dan humanis dengan masyarakat dalam mengerjakan proyek jalan perbatasan itu. Personel juga diminta menjaga disiplin dan semangat agar pengerjaan jalan perbatasan selesai tepat waktu.

“Ingat, apa yang kita lakukan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kita kepada rakyat dan bangsa, khususnya bagi warga yang ada di wilayah perbatasan,” kata Tatang dalam keterangan resmi, Jumat, 2 November 2018.

Tatang mengatakan pembangunan jalan pararel sepanjang perbatasan Kalimantan merupakan kerjasama antara TNI AD dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR). Program ini seiring dengan upaya membangun Indonesia dari pinggiran yang digadangkan Presiden Joko Widodo. Tatang juga berharap pembangunan jalan dapat membuka isolasi di wilayah perbatasan, khususnya di Kalimantan. 

“Selain itu, program ini juga pada dasaranya untuk mewujudkan program pembangunan pemerintah yaitu Nawa Cita, dalam rangka peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat khususnya di daerah perbatasan," ujar dia.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto mengatakan, TNI AD menerjunkan sejumlah kesatuan untuk membuka dan membangun enam ruas jalan di tengah hutan perbatasan RI-Malaysia yang mencapai 1.068 km tersebut. Mereka di antaranya Batalyon Zeni Kontruksi (Yonzikon) 13 dari Jakarta, Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 17/AD dari Balikpapan serta Denzipur 8/Mtg dari Banjarbaru Kalimamantan Selatan.

TNI AD mengerjakan dua ruas yakni ruas Kalimantan Barat-Tiong Ohang sepanjang 15 Km dan Ruas Long Pahangai-Long Boh 20 Km. Kemudian empat ruas Kaltara yaitu ruas Long Nawang-Long Pujungan 30 Km, ruas Long Pujungan–Long Alango 30 km, Long Alango-Kemuat 30, dan Long Kemuat–Langap 17 km. 

"Pencapaian pekerjaan sudah hampir seratus persen,” ucap Subiyanto.

Dalam kesempatan itu turut hadir, Waasops Kasad Brigjen TNI Untung Budiharto, Dirziad Brigjen TNI Mohammad Munib, Ses Dirziad Kolonel Czi Hastono Djati Sundoro, Waaster Kasad Kolonel Gatot Setyo Utomo dan Sespri Wakasad Letkol Inf Ardriyansyah. Rombongan Wakasad menggunakan pesawat Helly Bell Puspenerbad dengan Captain Pilot Letkol Cpn Yoenda Faisal.  

(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id