Menaker Hanif Dhakiri. (Foto: Dok. Kemenaker)
Menaker Hanif Dhakiri. (Foto: Dok. Kemenaker)

Menaker Imbau Pelaku UMKM Bijak Menggunakan Medsos

Nasional berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 14 Februari 2019 16:58
Bekasi: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengimbau pelaku usaha ritel dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) agar memanfaatkan platform media sosial (medsos) secara optimal untuk berbisnis dan memperluas jejaring kerja.
 
"Jangan gunakan medsos untuk bergosip dan menyebarkan hoaks. Lebih baik digunakan untuk kepentingan bisnis dan mengembangkan usaha,” ujar Hanif di hadapan ratusan pengusaha Paguyuban Ritel Tradisional di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 14 Februari 2019.
 
Kunci pertumbuhan ekonomi indonesia salah satunya melalui UMKM. Dengan UMKM yang kuat dan mandiri akan menimbulkan penguatan ekonomi nasional yang konsisten.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pelaku ritel harus semangat dan percaya diri dalam menghadapi tantangan pada era industri 4.0 melalui berbagai inovasi dan kolaborasi dengan asosiasi sektoralnya masing-masing,” kata Hanif.
 
Dalam menghadapi berkembangnya platform belanja online dibutuhkan strategi khusus berupa inovasi. “Perlu inovasi untuk dapat meningkatkan terobosan pasar. Salah satunya melalui kolaborasi dengan kelompok lain dengan ide ataupun terobosan yang berbeda dan unik," kata Hanif.
 
Selain itu, para pelaku ritel perlu memperluas pasar dan meningkatkan kemampuan pemasaran agar bisa terus bersaing di pasar. Salah satunya dengan mengoptimalkan strategi pemasaran melalui jaringan online seperti medsos, blog, website, dan lain sebagainya.
 
"Pada masa depan, media sosial menjadi 'paspor' bagi kehidupan kita. Penilaian dari orang akan melihat melalui medsos yang kita miliki,” kata Hanif.
 
Hanif menambahkan pemerintah telah menciptakan lapangan pekerjaan sebesar 10,5 juta dalam waktu empat tahun yang didukung investasi dari dalam dan luar negeri. Lapangan kerja muncul karena adanya investasi. Investasi penting karena bisa menjadi penggerak perekonomian indonesia.
 
"Pengangguran kita saat ini 5,3 persen yang merupakan angka pengangguran terendah sepanjang sejarah reformasi,” ucap Hanif.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi