Generasi Milenial Rentan Kena Radikalisme
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius. Foto: MI/Arya Manggala..
Jakarta: Generasi milenilal dinilai rentan kena paham radikalisme. Derasnya arus informasi di media sosial membuat generasi milenial kesulitan memilah informasi yang bermuatan paham radikal.
 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan generasi milenial harus menjadi perhatian serius karena merupakan penerus bangsa.
 
"Generasi muda ini rentan menjadi korban brainwash. Nah, ini hubungannya bagaimana kita menjaga eksistensi NKRI karena mereka yang menjadi generasi penerus," kata Suhardi dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 30 November 2018
 
Suhardi mengatakan jika generasi milenial tidak diberi perhatian dengan baik, kelangsungan negara dan kesatuan bisa terancam seiring menyebarnya paham-paham radikal.
 
Dalam paparan temuan survei tersebut, Suhardi mengaku optimistis dengan efektivitas kearifan lokal dalam menangkal paham radikal di era milenial.

Baca: Menristekdikti Minta Seluruh Rektor Profiling Dosen dan Mahasiswa

Meski angka yang didapat masih di kisaran 63,60% dan cenderung berada pada kategori tinggi, butuh upaya lebih dan kolaborasi dari pihak terkait untuk menghasilkan program yang mampu diterapkan generasi milenial.
 
Suhardi mengatakan, untuk mencegah menyebarnya paham radikal, pihaknya memperbanyak pesan positif dan antiradikal.
 
"Kita sudah memilih 780 duta damai dari BNPT yang dari kalangan milenial. Kita bangun kedekatan dengan pesan-pesan antiradikal yang dikemas dengan bahasa yang menarik dan yang penting dekat dengan mereka juga," tandas Suhardi.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id