Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Masyarakat Diminta Tak Panik Soal Covid-19 Menyebar Lewat Udara

Nasional Virus Korona
Nur Azizah • 10 Juli 2020 15:33
Jakarta: Anggota Tim Pakar Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengatakan virus korona menular melalui udara atau aerosol bukan hal baru. Pasalnya, virus yang menyerang pernapasan biasanya menular melalui udara.
 
"Seharusnya (info virus menyebar melalui udara) tidak membuat kita semakin panik," kata Mahardika di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Jumat, 10 Juli 2020.
 
Mahardika meminta masyarakat tetap tenang. Mengingat virus berbahaya ini tidak menyebar di udara bebas, tetapi di udara tertutup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Biasanya dalam ruangan yang tertutup di pusat perdagangan, perkantoran, atau restoran yang ventilasinya buatan atau pakai air conditioner (AC)," ujar dia.
 
Untuk itu, masyarakat diminta membuka seluruh ventilasi agar ada sirkulasi udara. Dengan begitu, virus tidak berkonsentrasi lama di satu tempat.
 
"Caranya cukup mudah, buat ventilasi alami, buka jendela dan pintu. Kalau naik mobil juga jangan pakai AC, buka saja jendelanya," imbuh dia.
 
Pada Selasa, 7 Juli 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan akan meninjau temuan baru tentang apakah covid-19 dapat menyebar melalui transmisi udara (airborne). WHO bakal memberikan informasi terbaru mengenai hal tersebut di kemudian hari.
 
Namun, ahli epidemiologi dan ahli penyakit menular mewaspadai terbatasnya bukti mengenai penularan virus tersebut melalui airborne. Mereka khawatir pemberitaan mengenai masalah ini justru hanya akan menimbulkan kepanikan.
 
"Sebenarnya itu adalah hal yang tidak diperlukan," menurut Paul Hunter, profesor University of East Anglia di Inggris dan anggota Komite Pencegahan Infeksi WHO.
 
Baca: Penularan Covid-19 Lewat Udara Bisa Diminimalisasi
 
Sekalipun covid-19 dapat menyebar melalui airborne, kata dia, kemungkinan hal itu hanya akan terjadi pada lingkungan terbatas. Publik tidak membutuhkan pencegahan tambahan secara umum dari yang sudah ada.
 
Bukti terkuat penularan SARS-CoV-2 melalui udara yakni penelitian sebelumnya yang menunjukkan virus penyebab SARS 2003 dapat menyebar melalui transmisi udara. SARS-CoV-2 dianggap mempunyai kemungkinan memiliki perilaku yang hampir sama.
 

(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif