Pemerintah Diminta Rutin Cek Transportasi Air
ABK menaikan sepeda motor ke kapal di pelabuhan tomok. MEDIA INDONESIA/ Tosiani.
Jakarta: Kecelakaan kapal yang kerap terjadi di perairan Indonesia belakangan dinilai karena kurangnya pengawasan pemerintah. Kapal yang beroperasi perlu lebih sering dipantau.

"Perlu dipantau terus menerus. Pengecekan setiap tahun," kata Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno kepada Medcom.id, Rabu, 4 Juli 2018.

Djoko menjelaskan, jika ditemukan pelanggaran atau kapal yang kurang laik, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) secara tegas memberi teguran atau sanksi. Selain itu, Standar Pelayanan Minimal (SPM) juga perlu diperketat.


"Standar keselamatan angkutan danau dan penyeberangan itu sudah ada Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 25 tahun 2015, kalau itu disepakati bisa meminimalisir atau mencegah kecelakaan kapal di negara ini," ungkap Djoko.

Dua moda transportasi air yang melayani jasa penyeberangan mengalami kecelakaan berselang dua pekan. Terbaru, kandasnya Kapal Motor (KM) Lestari Maju, di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa, 3 Juli 2018.

Sebelumnya pada 18 Juni 2018, KM Sinar Bangun juga tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id