<i>Penyeberangan di Danau Toba seperti Naik Angkot</i>
Petugas gabungan mengangkat kantong berisi jenazah korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara. (Foto: ANTARA/Irsan Mulyadi)
Jakarta: Pengamat Transportasi Darmaningtyas mengungkap lalu lintas pelayaran dan penyeberangan di Danau Toba, Sumatera Utara, memang tidak diatur oleh otoritas setempat.

Secara umum, penyelenggaraan penyeberangan di Danau Toba atas inisiatif masyarakat. Bahkan pembangunan dermaga berikut sarana dan prasarana di dalamnya juga dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

"Makanya kemarin-kemarin kalau menyeberang ke Danau Toba itu seperti naik angkot. Ada 'angkot' lewat kita setop, tidak pernah tanya standar keselamatannya. Harus kita akui seperti itu," ungkapnya, dalam Metro Pagi Primetime, Senin, 25 Juni 2018.


Darmaningtyas mengatakan selama ini pengelolaan penyeberangan di Danau Toba hanya mengandalkan swadaya masyarakat. Baru dua tahun belakangan pemerintah pusat ikut turun tangan mengatur lalu lintas di Danau Toba.

"Periode Jokowi perbaikan itu baru dilakukan. Ada rencana strategis pengembangan, perbaikan dermaga, penambahan feri, bahkan galangan kapal yang selama ini enggak ada," kata dia. 

Menurut Darmaningtyas, insiden tenggelamnya kapal Sinar Bangun yang sampai saat ini belum diketahui pasti jumlah total manifes di dalamnya membuktikan bahwa pemerintah daerah abai akan keselamatan penyeberangan perairan, khususnya sungai dan danau.

Meski begitu, dia tak bisa menyalahkan pemerintah atas peristiwa tersebut. Yang perlu dilakukan saat ini sinergitas antara pemerintah daerah dan pusat untuk lebih peduli akan aktivitas penyeberangan yang diselenggarakan oleh masyarakat.

"Karena ada pengaturan kewenangan. Kapal di bawah 7 gross tonnage (GT) itu pemerintah daerah, 7-35 GT kewenangan Pemprov dan di atas itu milik Pemerintah Pusat. Saya kira sinerginya harus kita bangun," jelas dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id