Tiga tersangka pemalsu surat hasil tes PCR/Medcom.id/Yona Hukmana
Tiga tersangka pemalsu surat hasil tes PCR/Medcom.id/Yona Hukmana

Pelapor Apresiasi Penangkapan Pemalsu Surat Hasil Swab PCR

Nasional
M Rodhi Aulia • 08 Januari 2021 15:27
Jakarta: Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dugaan pemalsuan surat hasil Swab PCR (polymerase chain reaction). Pihak pelapor mengapresiasi pihak kepolisian.
 
"Terima kasih kepada Kanit 1 Subdit IV Tipid Siber Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya Kompol I Made Redy Hartana S.H.,S.I.K.,M.I.K dan Kasubdit Tipid Siber Ditreskrimsus PMJ AKBP Dhani Aryanda dan jajaran yang sangat berjasa dalam kasus ini," kata Direktur Utama Bumame Farmasi James Wihardja, Jumat 8 Januari 2021.
 
Menurut James, pemalsuan surat tersebut telah mencemarkan nama baik perusahaan, dokter dan negara. Pencemaran ini turut memperparah keadaan di masa pandemi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semoga dengan tertangkapnya oknum yang terlibat, nama Bumame Farmasi tidak lagi dikaitkan dengan pemalsuan surat hasil PCR Swab test," ujar James.
 
Dalam hal ini, pihak kepolisian telah mengamankan tiga tersangka. Mereka adalah EAD, MFA dan MAIS.
 
James menambahkan pihaknya sudah melakukan penyidikan internal terhadap semua dokter. Hasilnya tidak ditemukan adanya kerja sama dengan oknum pemalsuan surat hasil tes PCR Swab itu.
 
James menegaskan pihaknya akan meningkatkan pencegahan terjadinya kasus serupa. Di antaranya dengan penerapan kode QR.
 
"Dengan kode QR unik ini, Anda akan dapat mengakses hasil tes asli yang tersimpan di database kami," ujar dia.
 
Ketiga tersangka ditangkap di lokasi berbeda. MHA diringkus di Bandung, Jawa Barat; EAD ditangkap di Jakarta; dan MAIS di Bali. Mereka telah ditahan. 
 
Ketiga tersangka dikenakan Pasal 32 juncto Pasal 48 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara. Kemudian, Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman 12 tahun penjara. Terakhir, Pasal 263 KUHP tentang Tindak Pidana Pemalsuan Surat dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.
 
"Modusnya, memalsukan surat PCR atas nama PT BF untuk keperluan berangkat naik pesawat sebagai syarat untuk ke Denpasar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis 7 Januari 2021. 
 
 
 
(DHI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif