Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito. Dok. Sekretariat Presiden
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito. Dok. Sekretariat Presiden

48,3% Kasus Kematian Covid-19 di Indonesia Kelompok Lansia

Nasional Virus Korona vaksinasi pandemi covid-19 vaksin covid-19 Satgas Covid-19
Theofilus Ifan Sucipto • 23 Februari 2021 20:26
Jakarta: Sebanyak lebih dari 48 persen kasus kematian akibat covid-19 di Indonesia berasal dari kelompok lanjut usia (lansia). Fakta tersebut membuat pemerintah memprioritaskan orang di atas 60 tahun dalam program vaksinasi tahap kedua.
 
 “Sebanyak 48,3 persen dari kasus meninggal covid-19 di Indonesia adalah dari masyarakat lansia,” kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 23 Februari 2021.
 
Lansia memang hanya menyumbang 10,7 persen dari seluruh kasus positif covid-19 di Indonesia. Namun, justru kelompok ini yang yang berpotensi paling rentan menjadi korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Hal ini dikarenakan seiring proses penuaan pada manusia, maka fungsi kekebalan tubuh pada manusia pun menurun,” papar dia.
 
Infeksi covid-19, kata Wiku, kerap diperparah dengan penyakit penyerta atau komorbid. Mulai dari penyakit jantung, pembuluh darah, paru, maupun ginjal.
 
Baca: Satgas: Penurunan Persentase Kematian Covid-19 Belum Signifikan
 
Wiku bersyukur izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin covid-19 bagi lansia telah terbit sejak Jumat, 5 Februari 2021. EUA yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) itu memuluskan niat pemerintah memvaksinasi lansia.
 
Vaksinasi bagi lansia telah dimulai di ibu kota provinsi di seluruh Indonesia. Terutama di Jawa dan Bali dengan mempertimbangkan kontribusi kasus, kesiapan fasilitas penyimpanan vaksin, dan tercapainya target vaksinasi pada tenaga kesehatan (nakes) di tahap pertama.
 
“Seperti vaksin pada nakes atau pelayan publik, vaksin untuk lansia membutuhkan dua dosis suntikan. Dosis vaksin kedua diberikan dengan selang waktu 28 hari dari dosis pertama,” tutur Wiku.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif