Proses evakuasi korban Sriwijaya Air. MI/Susanto
Proses evakuasi korban Sriwijaya Air. MI/Susanto

Skema Penyerahan Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ-182 Diatur

Nasional Pesawat Jatuh sriwijaya air Sriwijaya Air Jatuh Sriwijaya Air SJ182
Theofilus Ifan Sucipto • 22 Januari 2021 16:59
Jakarta: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyusun skema penyerahan jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Pasalnya, RS Polri tengah mengidentifikasi jenazah dari kasus lain.
 
“Kami harus mengatur alur agar keluarga korban saat menjemput korban tidak terkatung-katung ,” kata Wakil Kepala Tim Antemortem AKBP Nugroho Lelono di RS Polri, Jakarta Timur, Jumat, 22 Januari 2021.
 
Nugroho mengatakan RS Polri cukup sibuk mengurus jenazah. Pihaknya juga mengurus jenazah pasien covid-19, sakit biasa, hingga kasus pembunuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menuturkan prosedur baru itu, yakni keluarga korban bakal dihubungi setelah Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi korban melalui rekonsiliasi. Penyerahan jenazah bakal dihadiri sejumlah pihak, seperti Sriwijaya Air, psikolog, dan Tim DVI Polri.
 
“Penandatanganan serah terima jenazah dengan surat kematian dihadiri oleh Jasa Raharja,” papar Nugroho.
 
(Baca: Tim DVI Polri Periksa Temuan Tubuh di Muara Gembong)
 
Kemudian, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, bakal menyerahkan akta kematian. Keluarga korban tidak perlu membayar satu rupiah pun dalam rangkaian penyerahan jenazah.
 
“(Keluarga korban) mendapat pelayanan komprehensif tanpa dipungut biaya,” terang Nugroho.
 
Sebelumnya, Tim DVI Polri telah mengidentifikasi 47 jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Kepulauan Seribu. Sebagian jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga.
 
"Keseluruhan korban yang diserahkan sebanyak 35 korban," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 21 Januari 2021.
 
Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
 
Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.
 
Operasi pencarian resmi dihentikan pada Kamis, 21 Januari 2021. Tim pencari bekerja selama 13 hari sejak Sabtu, 9 Januari 2021. Durasi pencarian terdiri atas tujuh hari sesuai ketentuan dan perpanjangan dua kali masing-masing selama tiga hari.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif