NEWSTICKER
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. MI/Adam Dwi
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. MI/Adam Dwi

Seluruh Ulama Diminta Patuhi Seruan Pemerintah untuk Cegah Korona

Nasional Virus Korona
Fachri Audhia Hafiez • 23 Maret 2020 15:17
Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta seluruh ulama menaati seruan pemerintah untuk menerapkan sistem bekerja, belajar, dan beribadah, di rumah guna mencegah penyebaran virus korona (covid-19). Termasuk mematuhi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).
 
"Saya ingin mengajak selain kepada gubernur dan gugus tugas di daerah, juga kepada para ulama, para pemimpin agama supaya mentaati seruan-seruan. Apalagi sudah ada fatwa majelis ulama tidak menyelenggarakan pertemuan dan perkumpulan," kata Ma'ruf di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Senin, 23 Maret 2020.
 
Ma'ruf menegaskan para tokoh agama harus mendorong masyarakat mencegah peredaran virus korona. Tokoh agama perlu memberikan nasihat dan tuntunan kepada masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penting supaya juga semua pihak ikut bersama-sama bergerak sesuai arah dan gerakan yang dilakukan pemerintah baik nasional, daerah, termasuk semua tokoh-tokoh masyarakat," tegas Ma'ruf.
 
Baca: RS Darurat Korona Wisma Atlet Beroperasi Senin Sore
 
Ma'ruf juga meminta kepala daerah terus menggerakkan social distancing. Cara ini diharapkan mampu menekan laju penyebaran virus di setiap daerah.
 
"Tentu pencegahan berkembangnya penularan melalui sosialisasi tentang social distancing atau jaga jarak. Bisa dipahami bahwa korona ini tidak bisa (menyebar) selama kita jaga jarak," kata Ma'ruf.
 
MUI sebelumnya mengeluarkan Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah virus korona. Fatwa MUI mengatur beberapa hal, yakni membolehkan masyarakat mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur demi mencegah penyebaran covid-19. MUI juga melarang sementara pelaksanaan ibadah yang membuat konsentrasi massa bagi umat Islam di wilayah yang kondisi penyebarannya sudah tak terkendali.
 
Kasus positif covid-19 di seluruh Indonesia per Minggu, 22 Maret 2020, bertambah 64 pasien. Total pasien menjadi 514 orang. Sebanyak 29 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 48 orang meninggal.
 
Data di situs corona.jakarta.go.id menyebutkan ada 307 pasien positif di Ibu Kota. Sebanyak 180 pasien masih dirawat, sedangkan 77 lainnya isolasi mandiri. Pasien sembuh mencapai 21 orang dan meninggal 29 orang.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif