Ratusan warga Cipinang Melayu, Jakarta Timur, mengungsi di Masjid Universitas Borobudur. Foto: Arga Sumantri/Medcom.id
Ratusan warga Cipinang Melayu, Jakarta Timur, mengungsi di Masjid Universitas Borobudur. Foto: Arga Sumantri/Medcom.id

Warga Cipinang Melayu Masih Takut Pulang

Nasional banjir jakarta
Antara • 03 Januari 2020 14:12
Jakarta: Sebagian besar warga Cipinang Melayu memilih bertahan di pengungsian di Universitas Borobudur. Mereka masih takut pulang meski banjir yang merendam permukimannya sudah surut.
 
"Pilih di sini saja dulu. Takut hujan gede lagi," ujar salah seorang warga Rukun Warga (RW) 04 Cipinang Melayu, Selasih, 30, di lokasi pengungsian, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2019.
 
Tercatat 926 orangmengungsi di masjid Universitas Borobudur akibat meluapnya sungai Sunter. Pengungsi terdiri dari 467 laki-laki dan 259 perempuan. Sebanyak 51 orang lanjut usia (lansia), 114 balita, dan delapan ibu hamil juga ikut mengungsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa warga juga sudah kembali ke rumahnya mencari barang berharga yang tersisa. Para pengungsi juga terus mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun pihak swasta.
 
"Alhamdulillah kalau makanan sama pakaian ada, banyak bantuan juga, saya bersyukur sekali," ujar salah seorang warga lain, Heni Sopiah, 46.
 
Heni berserta empat anggota keluarganya juga memilih tetap bertahan di pengungsian. Dia belum mau pulang karena khawatir hujan deras kembali mengguyur lokasi tempat tinggalnya yang masih dipenuhi lumpur.
 
Heni bercerita saat aliran sungai Sunter meluap, hanya butuh beberapa jam hingga air menggenangi setengah badan rumahnya. Menurut dia, banjir ini termasuk yang paling besar melanda permukimannya.
 
"Terakhir banjir 2017 tapi itu lama, berhari-hari hujannya. Sekarang sehari saja udah luput rumah saya," kata dia.
 
Banjir melanda sebagian wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Lebak sejak Rabu, 1 Januari 2019. Bencana tersebut disebabkan curah hujan yang tinggi pada Selasa, 31 Desember 2019.
 
Banjir 'memakan' korban jiwa. Teranyar, sebanyak 43 orang meninggal akibat terseret arus banjir dan tertimbun tanah longsor.
 
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat masih akan terjadi hingga Februari 2020. Bahkan, BMKG memperkirakan, beberapa hari ke depan Jakarta akan diguyur hujan ekstrem.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif