Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty (kanan). Foto: Idhad Zakaria/Antara Foto
Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty (kanan). Foto: Idhad Zakaria/Antara Foto

Stunting Ancaman Bonus Demografi Indonesia

Nasional stunting
Intan Yunelia • 01 November 2019 17:45
Jakarta: Pemerintah harus menyelesaikan masalah stunting. Sebab, masalah ini mengancam bonus demokgafi Indonesia pada 2045.
 
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty mengatakan, satu dari tiga balita Indonesia menderita stunting. Hal itu membuat Indonesia menjadi negara tertinggi kelima di dunia dan menjadi peringkat pertama di ASEAN dalam masalah stunting.
 
"Ikhwal stunting tidak hanya masalah kesehatan, namun isu kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan. Jangan sampai menjadi paradoks bonus demografi Indonesia,” kata Sitti dalam konferensi pers ‘Optimalisasi Perlindungan Anak Dari Stunting: Peluang, Hambatan dan Solusi’ di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, perhatian pemerintah kepada balita masih rendah. Padahal, anak merupakan inti dari generasi emas. "Itu (generasi emas) bisa meluntur bahkan gagal, jika dikelola salah arah," ucap dia.
 
Sitti menjelaskan, epedemic stunting salah satu faktor yang memengaruhi status generasi. Sehingga, janin dalam kandungan sampai 1.000 hari pertama kehidupan secara natural merupakan fase emas anak tumbuh kembang. Fase ini terbilang mahal dan tidak biasa diulang.
 
Sitti mengingatkan ada risiko besar bila tak bisa mengatasi stunting. Salah satunya hilangnya generasi emas.
 
"Malah menjadi permasalahan sosial dan politik, membebani fiskal, biaya sosialnya mahal. Tak ada pilihan, combating stunting atau lost generation,” tegas Sitti.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif