Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).

Transportasi Massal Bakal Dibangun Pertama di Ibu Kota Baru

Nasional pemindahan ibukota
Nur Azizah • 02 Agustus 2019 09:46
Jakarta: Menteri Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro tak ingin Ibu Kota baru mengulang kesalahan yang sama seperti Jakarta. Ibu Kota baru harus dirancang secara visioner untuk 100 tahun mendatang.
 
Salah satu yang menjadi sorotan adalah transportasi publik. Transportasi publik harus dibangun paling pertama untuk mengantisipasi kemacetan.
 
"Jangan kita ulangi kesalahan yang kita lakukan sekarang, sibuk membuat transportasi publik ketika kotanya sudah padat, ketika kotanya sudah hampir tidak ada lahan tersisa untuk membangun apapun," kata Bambang di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang mengatakan, Moda Raya Terpadu (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) akan menjadi mahal dan tak berfungsi maksimal bila membangunnya tidak dirancang awalnya. Ini menjadi pelajaran bahwa membangun kota dengan jumlah penduduk banyak maka harus dimulai dengan transportasi publik.
 
"Jadi, nanti kita akan langsung bangun. Kota itu langsung ada transportasi publik," ucap Bambang.
 
Namun, Bambang belum bisa memastikan apakah publik transportasi itu akan berbentuk MRT, LRT, atau lainnya. Terkait moda transportasi, harus didesain lebih dulu.
 
"Kalau bentuknya apa kita nanti desain dulu. Enggak harus MRT gitu ya, yang penting harus ada public transportation," tegas dia.
 
Saat ditanya kota mana yang akan menjadi Ibu Kota baru, Bambang menolak menjawab. Pengumuman itu akan disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di bulan ini.
 
"Itu akan diumumkan oleh Presiden. Tugas kita adalah berikan kajian terhadap alternatif yang ada. Lebih dari satu alternatif, tapi presiden yang menentukan," pungkas dia.
 

 

(WAN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif