WALHI bicara audit pembangunan KEK di wilayah rawan bencana/Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
WALHI bicara audit pembangunan KEK di wilayah rawan bencana/Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Pembangunan KEK di Kawasan Rawan Bencana Perlu Diaudit

Nasional lingkungan
Annisa ayu artanti • 06 Januari 2019 15:48
Jakarta: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengkritisi pemerintah dalam pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) di wilayah rawan bencana. Terutama KEK Tanjung Lesung di Banten, Jawa Barat.

Direktur Eksekutif WALHI Nur Hidayati mengatakan perlu ada audit khusus mengenai KEK Tanjung Lesung yang dinilai luput dari prediksi tata ruang rawan bencana. Padahal, KEK Tanjung Lesung berada di daerah aktivitas pergerakan sesar bawah laut dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Perlu audit dan evaluasi tentang rencana pemanfaatan ruang yang diperuntukan banyak manusia dan infrastruktur," kata Nur Hidayati dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu 6 Januari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: Masyarakat Harus Melek Mitigasi Bencana Nur Hidayati juga menilai pengetahuan mengenai peringatan dini bencana di kawasan KEK Tanjung Lesung juga kurang. Padahal, masyarakat Indonesia sudah seharusnya memahami Indonesia berada di kawasan rawan bencana. Bencana alam seperti gempa dan tsunami tidak bisa dihindari tetapi korban jiwa seharusnya bisa dikurangi.

"Jadi kita seharusnya bisa membuat rencana mitigasi dan kesipaansiagaan. Jadi ada early warning system yang harus diperbuat. Gempa memang tidak bisa dihindari dan korban kan bisa diminimalisir," jelas dia.

KEK Tanjung Lasung berada di Kabupaten Pandeglang, Banten, dengan luas wilayah 1.500 hektare. Tanjung Lesung merupakan KEK Pariwisata pertama dan telah diresmikan Februari 2015. KEK Tanjung Lesung dibangun untuk meningkatkan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.


(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi