Ketua Pemuda Muhammadiyah (PM), Sunanto. (Foto: Faisal Abdalla)
Ketua Pemuda Muhammadiyah (PM), Sunanto. (Foto: Faisal Abdalla)

Pemuda Muhammadiyah Diharap Jadi Agen Pemersatu

Nasional muhammadiyah
Faisal Abdalla • 29 Desember 2018 03:43
Jakarta: Ketua Pemuda Muhammadiyah (PM), Sunanto mengajak seluruh kadernya menjadi agen pemersatu, di tengah kontestasi politik. Dia menegaskan sikap politik PM tetap netral.
 
"PM mengajak seluruh pemuda untuk jadi pemersatu. Mari kita Jaga idealisme, karena idealisme adalah kekayaan yang dimiliki kaum pemuda," kata Sunanto dalam pidatonya usai pelantikan pengurus PM periode 2018-2022, di Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Desember 2018.
 
Sunanto mengkritik sejumlah pihak yang kerap memaksakan PM untuk mendukung calon tertentu pada Pilpres 2019. Dia menegaskan PM tak mempertanyakan siapa yang akan jadi presiden, namun PM hanya memikirkan ke mana arah negeri ini akan dibawa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kesempatan itu, Sunanto juga sempat menyindir pernyataan Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Amien Rais, yang menyebut akan menjewer Ketua Umum Muhammadiyah saat ini, Haedar Nashir, jika Muhammadiyah tak bersikap pada Pilpres 2019. Dia menegaskan sikap politik PM sejalan dengan PP Muhammadiyah yang memilih netral dalam Pemilu 2019.
 
"Kalau mau jewer, jewer dulu pemuda. Kalau pemuda kan masih kuat, tapi kalau ayahanda (Haedar) repot," ujar Sunanto sambil berkelakar.
 
Meski menyatakan PM netral pada Pilpres 2019, namun Sunanto menyadari setiap warga negara memiliki hak untuk menentukan pilihan pada Pemilu 2019. Dia membebaskan kadernya untuk memilih calon pemimpin manapun sesuai kata hatinya.
 
"Mau pilih Jokowi monggo, Prabowo monggo. Asal ada alasan," tandas Sunanto.
 
Muktamar ke XVII Pemuda Muhammadiyah memberikan mandat kepada Sunanto menjadi ketua umum pengurus pusat. Sunanto menyisihkan dua nama lain yang juga maju dalam pemilihan ketua umum.
 
Pemilihan ketua umum dilakukan dalam muktamar itu sejak Rabu siang, 28 November 2018. Pemilihan hingga penghitungan surat suara dilakukan hingga tengah malam.
 
Dalam pemilihan itu, Sunanto bersaing dengan Ahmad Fanani, dan Ahmad Kabin. Sementara, masih Andi Fajar Asti, Faisal, dan Muhammad Sukron tetap diikutkan meski sudah mengundurkan diri. Sebab, mereka pada awalnya sudah menyanggupi untuk maju dalam pemilihan ketua umum.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif