Gerakan Antikorupsi Berhasil Jika Tak Ada Kasus Korupsi

Achmad Zulfikar Fazli 04 Desember 2018 11:24 WIB
pencegahan korupsi
Gerakan Antikorupsi Berhasil Jika Tak Ada Kasus Korupsi
Presiden Jokowi. Foto: Medcom.id/Lis Pratiwi.
Jakarta: Indonesia dinilai belum bisa disebut negara antikorupsi. Pasalnya, masih banyak pejabat negara maupun pihak swasta yang ditangkap karena korupsi.
 
"Keberhasilan gerakan antikorupsi tidak diukur dari seberapa banyak orang yang ditangkap dan dipenjarakan. Tetapi diukur dari ketiadaan orang yang menjalankan tindak pidana korupsi," ujar Presiden Joko Widodo dalam acara Hakordia 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.
 
Menurut Jokowi, idealnya sebuah bangsa disebut antikorupsi bila tidak ditemukan lagi koruptor. Dia percaya Indonesia mampu menjadi bangsa yang bersih dari pencurian uang negara.
 
"Sebagai bangsa yang penuh keadaban, saya yakin suatu saat kita akan berhasil membangun masyarakat bangsa nirkorupsi, membangun bangsa yang bebas korupsi," kata dia.

Baca: Survei: Pemerintahan Jokowi Dianggap Serius Melawan Korupsi

Jokowi pun mengungkapkan cara agar praktik korupsi hilang. Salah satunya yakni menciptakan sistem pelayanan atau aturan yang sederhana dan transparan.
 
"Jika sistem pelayanan sederhana cepat dan transparan, maka tidak ada relevansi untuk menyuap. Yang menyuap itu pasti pelayanannya ruwet, ribet, bertele-tele, lama, tidak transparan. Karena pengusaha ingin cepat," ucap dia.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id