Jokowi Bakal Hadiri Maulid Nabi dan Hari Pahlawan di Pekalongan

Siti Yona Hukmana 22 November 2018 03:13 WIB
presiden jokowi
Jokowi Bakal Hadiri Maulid Nabi dan Hari Pahlawan di Pekalongan
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berjabat tangan dengan sejumlah ulama Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok sebelum menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah/2018 Masehi. Foto: Antara/Puspa Perwitasari.
Pekalongan: Presiden Joko Widodo akan menghadiri peringatan Maulid Nabi dan Hari Pahlawan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis, 22 November 2018. Acara itu digelar oleh Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Kegiatan akbar itu bertema 'Meneladani Kepemimpinan Rasulullah' itu bakal menghadiri Presiden dan beberapa tokoh nasional. Selain itu, ada sekitar 100 ribu anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang akan hadir dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Puncak kegiatan bertempat di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas berharap, melalui kegiatan itu kader-kadernya semakin memiliki kematangan dalam berpikir dan bertindak. Artinya, dalam berorganisasi dan berkehidupan di tengah masyarakat, mereka akan selalu berpegang teguh kepada nilai, serta prinsip-prinsip keislaman sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.


"Kegiatan ini juga menjadi momentum tepat untuk selalu meneladani sisi kepahlawanan Nabi Muhammad dalam memperjuangkan Islam sebagai agama yang memberikan kedamaian," ujar Gus Yaqut dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 21 November 2018.

Gus Yaqut menilai, mengikuti ajaran dan jejak Nabi tidak bisa dilepaskan dari sisi kepahlawanannya. Lahirnya Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, kata dia, jelas membawa misi memperbaiki umat dalam rangka terciptanya keadilan dan kesetaraan.

Perjuangan mendobrak belenggu ketidakadilan saat itu jelas tidak mudah dan penuh ancaman. Namun, lanjutnya, dakwah Nabi yang mengutamakan aspek kemanusiaan dan toleransi telah terbukti membuat Islam yang dia ajarkan mudah diterima berbagai pihak. 

"Dengan demikian Maulid Nabi tidak menjadi sekadar peringatan, namun bermakna sebuah tatanan kehidupan yang perlu diwujudkan melalui cara-cara baik serta menjunjung tinggi aspek kemanusiaan," katanya.

Gus Yaqut menambahkan, melihat dinamika yang terjadi di Timur Tengah belakangan ini, dunia membutuhkan sosok-sosok pahlawan yang bisa mewujudkan kedamaian global. Namun, ia mengaku sulit menemukan sosok yang mampu menyelesaikan konflik-konflik tersebut. 

Lebih lanjut, pada tahun politik ini dia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terhasut. Menurut dia, pemilu adalah agenda demokrasi yang sangat terhormat untuk menciptakan sistem di masyarakat yang adil dan transparan.

Untuk itu ia berharap semua pihak tidak mencederai dengan tindakan-tindakan yang merugikan pihak lain. "Melalui kegiatan ini, Ansor juga ingin menegaskan komitmen besarnya yang turut tak lelah dan tak henti dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia," ungkap dia.

Ketua Panitia Maulid Nabi SAW dan Hari Pahlawan Mujiburrohman menambahkan, kegiatan akan digelar mulai pukul 18.00 WIB hingga 21.30 WIB. Selain Presiden dan rombongan, jelas dia, hadir Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, para kiai seperti Habib Luthfi, KH Dimyati Rois, Tuan Guru Turmudzi, Gubernur Jateng, Kapolda Jateng, Bupati Pekalongan, dan undangan lainnya.

"Karena melibatkan jumlah peserta yang sangat besar, kami berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang seperti Polri, TNI, dan jajaran Pemkab Pekalongan," tutup Mujiburrohman.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id