Kepala BPNB Letjen Doni Monardo--MI/Ramdani
Kepala BPNB Letjen Doni Monardo--MI/Ramdani

BNPB Fokus Empat Wilayah Mengatasi Banjir Sulsel

Nasional bencana longsor bencana banjir
Damar Iradat • 24 Januari 2019 13:47
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan operasional Rp1 miliar ke empat kabupaten terdampak banjir di Sulawesi Selatan. Masing-masing kabupaten itu akan mendapat Rp250 juta.
 
"Dana untuk bantuan operasional itu pagi ini kita upayakan sudah tersalurkan ke empat kabupaten dulu, yaitu Maros, Makassar, Goa, dan Jeneponto," kata Kepala BPNB Letjen Doni Monardo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019.
 
Doni mengatakan bukan tidak mungkin akan ada dana lagi yang disalurkan. Namun, itu semua tergantung penilaian tim di lokasi bencana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengelola bantuan di daerah lain yang terdampak banjir. BNPB juga akan memberikan perhatian lebih kepada kerusakan berat akibat banjir besar.
 
"Nanti kita akan koordinasi dengan instansi terkait. Terutama yang kerusakannya berat seperti jembatan jalan," ujarnya.
 
Baca: Pemprov Sulsel Buka Posko Siaga Bencana Banjir
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPB) Sulawesi Selatan Syamsibar mengatakan dampak bencana banjir dan tanah longsor di 10 kabupaten/kota di Sulsel telah memakan korban sebanyak 26 orang meninggal dunia.
 
"Sebanyak 26 korban meninggal itu berasal dari tiga kabupaten masing-masing Kabupaten Gowa (12 orang), Jeneponto (10 orang) dan Maros sebanyak 4 orang. Jadi sampai saat ini data masuk yang kita rilis itu ada 26 orang korban meninggal dunia," katanya di Makassar, Kamis, 24 Januari 2019.
 
Sementara itu data yang dirilis BPBD Sulsel melalui Crisis Media Center pemprov hingga 23 Januari 2019, pukul 23.10 WITA. Total korban terdampak bencana banjir sebanyak 3.914 kepala keluarga (KK) atau 5.825 jiwa, 26 orang meninggal dunia, 24 orang hilang, sakit 46 orang dan korban yang mengungsi 3.321 jiwa.
 
Hingga 24 Januari pukul 04.50 Wita, tinggi muka air Bendungan Bili-bili +99.45 (normalnya 99,50), volume air waduk sekitar 248.59 meter kubik inflow sekitar 246.66 meter kubik/detik serta outflow sekitar 246.70/detik. Statusnya telah diturunkan menjadi di bawah normal dan tinggi bukaan pintu dikurangi.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi