Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir - Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir - Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.

Masjid Jangan Dipakai Sebarkan Kebencian

Nasional pemilu serentak 2019
Media Indonesia • 05 Mei 2019 10:47
Magelang: Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam tidak menggunakan masjid sebagai tempat kemudaratan. Yakni menyebarkan kebencian, permusuhan, hilangnya rasa damai, dan menimbulkan masalah dalam kehidupan.
 
Haedar berharap seluruh masjid di Indonesia menjadi ajang pembinaan ketakwaan, menumbuhkan hubungan baik umat manusia dengan Allah SWT (habluminallah) dan hubungan baik dengan manusia (habluminannas).
 
"Kemudian dari masjid itu dibina nilai-nilai keilmuan, tetapi ilmu amaliyah yang nanti memancarkan kemajuan," kata Haedar, di Kampus Universitas Muhammadiyah Magelang, Sabtu, 4 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, nilai-nilai perdamaian, nilai-nilai keutuhan kebangsaan, keumatan harus tumbuh. Ia berharap dari masjid ada ikhtiar untuk semakin membuat umat dan bangsa ini bersatu, termasuk dalam politik kebangsaan.
 
(Baca juga:SBY: Rekonsiliasi Harus Dikedepankan)
 
"Kita harus jujur masih tertinggal dalam penguasaan iptek, rakyat kita masih banyak yang tertinggal secara ekonomi, umat Islam juga begitu, maka lewat masjid yang ada di kampus ini dan orientasi kampus untuk membangun peradaban, Insyaallah akan lahir ikhtiar-ikhtiar kita yang lebih maksimal untuk memajukan umat dan bangsa," kata dia.
 
Sementara itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj mengajak habaib, ulama, dan cendekiawan muslim yang hadir di multaqo (pertemuan) alim ulama untuk memberi tausyiah dan berdoa bersama. Harapannya, supaya Indonesia selalu diberikan kedamaian seusai Pemilu 2019.
 
Said mengatakan masyarakat terbelah selama pesta demokrasi. Tanpa menyinggung kubu politik mana pun, multaqo ingin semua umat muslim bersatu sebab semua mata memantau Indonesia seusai pemilu.
 
"Selalu didoakan para kiai agar Indonesia ini menjadi negara yang bisa dibanggakan dan dihormati oleh dunia internasional," ujarnya.
 
Multaqo ulama ini diinisiasi ulama sepuh Kiai Haji Maimoen Zubair (Mbah Moen) dan Habib Lutfi bin Yahya.
 
(Baca juga:Johnny: Rekonsiliasi Perlu Demi Kemajuan Bangsa)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif