Mahasiswa UMM saat mengikuti ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2018. Foto: Istimewa
Mahasiswa UMM saat mengikuti ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2018. Foto: Istimewa

Karya Mahasiswa UMM Dilirik Puluhan Ribu Orang di Seoul

Nasional inovasi
Daviq Umar Al Faruq • 13 Desember 2018 08:52
Malang: Alat penurun temperatur ban mobil pengangkut barang karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dilirik hampir 40 ribu pasang mata.  Mereka terdiri dari peserta, pembeli, dan investor seluruh dunia di ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2018. 

Alat bernama Tyrender tersebut merupakan karya milik mahasiswa Teknik Mesin, Haryo Widya Damawan. Dalam ajang SIIF 2018 yang merupakan ajang inovasi bergengsi tingkat dunia itu, Tyrender meraih bronze medal dan Special Award of Association Polish Inventors and Rationalizers.

"Saya senang dan bahagia bisa mendapat apresiasi di ajang Internasional. Juga membanggakan orangtua dan kampus," kata Haryo, Kamis, 13 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ajang SIIF ini sendiri berlangsung pada 6-9 Desember 2018 lalu di Seoul, Korea Selatan. Ada sekitar 600 inovasi dari 30 negara lebih yang mengikuti ajang tersebut.  Haryo menjelaskan Tyrender buatannya merupakan sebuah alat penurun temperatur gesekan pada ban. Alat ini dibuat setelah melihat fenomena ban kendaraan, khususnya angkutan barang yang harus secara berkala diganti, karena lambat laun mengalami pengikisan akibat pemakaian. 

“Alat ini untuk menurunkan temperatur, berlebih yang timbul akibat gesekan ban dengan permukaan jalan. Fungsi finalnya, untuk memperpanjang usia ban,” jelasnya.

Baca: Mobil Urban Listrik UMM Pecahkan Rekor Dunia

Mahasiswa kelahiran Ujung Pandang, Makassar ini menguraikan, ada beberapa kondisi yang membuat ban mengalami pengikisan. Yakni kondisi permukaan jalan, kecepatan kendaraan dan beban yang diterima. 

"Selain itu, suhu berlebih yang terjadi akibat gesekan yang dialami ban juga menjadi salah satu faktor pemicu cepatnya ban mengalami penipisan," ungkapnya.

Alat Tyrender yang dia desain ini akan meminimalisir hal tersebut. Terdiri dari rangkaian tangki air, controller, pompa dan nozzle yang didesain sedemikian rupa, Tyrender secara otomatis menyemprotkan air saat temperatur ban melebihi ambang batas. Setelah suhu kembali ke batas angka normal, alat ini akan berhenti menyemprotkan air secara otomatis. 

"Contohnya jika pada awal berjalan, ban akan memiliki temperatur 30 derajat, lalu saat berjalan naik menjadi 35 derajat, dan saat melaju kencang menjadi 40 derajat. Alat ini akan secara otomatis mengembalikan suhu ban ke 35 derajat," pungkasnya.


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi