Alat Pendeteksi KM Sinar Bangun Digunakan Mencari JT610

Sonya Michaella 31 Oktober 2018 10:56 WIB
Lion Air Jatuh
Alat Pendeteksi KM Sinar Bangun Digunakan Mencari JT610
Tim Basarnas mengangkut kantong jenazah ke kapal, Selasa, 30 Oktober 2018/Medcom.id/Sonya Michaella
Karawang: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memaksimalkan multibeam dan side-scan sonar mencari korban dan badan utama Lion Air JT610. Dua alat itu diklaim canggih mencari di dasar laut.

"Kami menggunakan dua alat yang dulu pernah digunakan pada saat mencari KM Sinar Bangun (Juni 2018)," kata Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Rabu, 31 Agustus 2018.

Dua alat tersebut merupakan multibeam echosounder dan scan sonar. Multibeam echosounder digunakan melihat apakah ada objek di bawah laut. Alat itu bisa mendeteksi 150 meter ke arah kanan laut dan 150 meter ke arah kiri laut.


Baca: Lion Air JT610 Diduga Hancur Usai Menghantam Permukaan Laut

Sedangkan scan sonar merupakan sistem khusus pendeteksi benda di dasar laut. Alat itu memancarkan energi suara dan menganalisis sinyal dari dasar laut.

Sejumlah kendala masih dirasakan tim SAR. Salah satunya adalah belum ditemukannya titik koordinat tepat badan utama Lion Air JT610.

"Hari ini kita maksimalkan di permukaan dan juga dasar laut. Sama seperti kemarin. Semoga hari ini kita menemukan titik terang," kata Deden.



Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut koordinat bagian badan JT610 sudah diketahui. Namun, belum bisa dipastikan itu merupakan badan utama pesawat yang jatuh Senin, 29 Oktober 2018 pagi, atau bukan.

Lion JT-610 lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, sekitar pukul 06.20 WIB. Sekitar 13 menit kemudian, pesawat hilang kontak di perairan Karawang, Jawa Barat.

Pesawat mengangkut 178 penumpang dewasa, 1 anak, dan 2 bayi. Dua awak kokpit dan enam kru juga berada di dalam pesawat.

Hingga saat ini, 47 kantong jenazah sudah berada di RS Polri Kamat Jati, Jakarta. RS Polri juga menerima enam kantong berisi properti maupun puing pesawat.





(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id