Polri Imbau Pemuka Agama Beri Ceramah yang Menyejukkan

Dian Ihsan Siregar 10 September 2018 18:36 WIB
polritoleransi beragama
Polri Imbau Pemuka Agama Beri Ceramah yang Menyejukkan
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meminta para tokoh agama untuk tidak‎ memberikan ceramah atau pidato yang bisa menimbulkan konflik di masyarakat. Apalagi menjelang event politik besar tahun depan, Pemilu serentak 2019.

"Kalau ceramah harus menyejukkan, memberi arahan dan pedoman untuk umat lebih baik lagi. Mari membawa umat damai," ungkap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 10 September 2018.

Pemuka agama,‎ kata Setyo, memiliki peran penting dalam membawa Indonesia ke arah kedamaian. Untuk itu, mereka harus membawa umat rukun dan tidak menghardik satu sama lain. 


"Bukan hanya Abdul Somad saja, ini seluruh alim ulama. Saya harap‎ bisa membawa umat ke arah kedamaian, agar bisa sejuk. Ini penting sekali bagi alim ulama," tegas dia.

Setiap anggota polisi, lanjutnya, ‎sudah memiliki tugasnya masing-masing. Jadi, tidak ada hal khusus untuk mengamankan setiap pemuka agama pada saat ceramah, agar tidak menyajikan isi ceramah yang berbau konflik.

"Tidak ada satuan tugas yang baru. Satuan tugas nusantara paling berkerjasam dengan alim ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Itu sangat penting, agar bisa menyejukkan situasi yang sudah panas terus. Itu sangat kasihan bagi masyarakat," jelas dia.

Baca: Penolakan Abdul Somad Dianggap tak Sesuai Keadaban

Jika ada penceramah yang merasa diintimidasi, seperti yang terjadi kepada Abdul Somad, maka bisa melapor kepada Mabes Polri atau kepolisian terdekat. 

"Kalau diintimidasi, saya harap ada laporan ke kepolisian. Agar kami bisa melayani beliau. Sampai saat ini Abdul Somad belum ada informasi melakukan pelaporan," pungkas dia.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id