Ribuan Anak Hadiri Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia 2018

Gervin Nathaniel Purba 12 Agustus 2018 21:01 WIB
Berita Kemensos
Ribuan Anak Hadiri Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia 2018
Mensos Idrus Marham bermain dan bergembira bersama ribuan anak-anak dalam acara Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia 2018, di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Minggu, 12 Agustus (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham bermain dan bergembira bersama ribuan anak-anak dalam acara Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia 2018, yang diselenggarakan di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Minggu, 12 Agustus.
 
Anak-anak yang hadir merupakan anak berprestasi peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Keberadaan mereka menjadi perhatian penting pemerintah, karena masa depan bangsa Indonesia berada pada genggaman tangan mereka.
 
"Arahan Presiden RI Joko Widodo kepada saya, agar setiap ke daerah mencarikan anak Indonesia yang berprestasi dari peserta KPM. Beliau minta kepada saya untuk mengumpulkan anak berprestasi,” ujar Mensos Idrus.
 
Kegiatan diikuti 6.000 peserta, yang terdiri atas 2.500 anak-anak berprestasi, 1.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan anak-anak penyandang disabilitas. Selebihnya ada pendamping PKH, Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Satuan Bakti Pekerja Sosial, petugas panti, relawan sosial, dunia usaha, perguruan tinggi, dan dinas sosial provinsi/kabupaten/kota.

Tujuan kegiatan ini adalah memotivasi anak-anak bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia. Prestasi yang tinggi dapat diraih karena adanya ketekunan, kegigihan dalam berjuang dan berusaha, serta kerja keras.
 
Kemudian, mendorong lahirnya tradisi prestasi dalam diri anak-anak dan menjadikan prestasi sebagai instrumen yang dapat meningkatkan produktivitas. Melalui prestasi diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga angka kemiskinan dapat ditekan.
 
Selanjutnya, menebar benih-benih kemandirian untuk masa depan sehingga dapat mentas dari kondisi kemiskinan keluarga. "Dalam 10-20 tahun ke depan, anak-anak ini diharapkan mampu mengangkat keluarganya dari kemiskinan,” kata Mensos Idrus.
 
Berdasarkan amanat UUD 1945 dan UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, maka negara harus hadir merespons berbagai masalah sosial. Masalah sosial tersebut mencakup kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, keterpencilan, ketunaan sosial dan penyimpangan perilaku, korban bencana, korban tindak kekerasan, eksploitasi, serta diskriminasi.
 
Kemensos memiliki mandat melaksanakan Rehabilitasi Sosial, Jaminan Sosial, Pemberdayaan Sosial serta Penanganan Fakir Miskin dan Perlindungan Sosial yang diimplementasikan dalam berbagai program peningkatan kesejahteraan sosial.
 
 

"Program tersebut di antaranya PKH, Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kelompok Usaha Bersama, Usaha Ekonomi Produktif, dan KUBE / UEP," kata Mensos.


Acara tersebut turut dimeriahkan kehadiran 105 KUBE berprestasi, terdiri atas 35 KUBE perkotaan, 35 KUBE perdesaan, dan 35 KUBE pesisir.  
 
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial, melainkan juga meningkatkan kemandirian keluarga, dan mewujudkan anak-anak berprestasi.
 
"Oleh karena itu, perlu ada penghargaan terhadap pencapaian bagi keluarga sejahtera mandiri dan anak-anak yang berprestasi untuk memberikan inspirasi bagi anak-anak dan keluarga Indonesia, serta masyarakat pada umumnya," ucapnya.

  
Dimeriahkan Sembilan Planet
 
Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Indonesia 2018 dapat terlaksana berkat dukungan Himbara, Perum Bulog, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), dan berbagai stakeholder lainnya. Acara dikemas unik dan menarik dengan ciri khas anak-anak yang gembira, penuh warna, disertai kegiatan dan pengalaman seru. Arena acara dirancang menggunakan pendekatan galaksi alam semesta.  
 
Ada satu panggung utama (Planet Matahari) yang dikelilingi oleh planet-planet. Ada sembilan planet yang akan mengitari panggung utama yakni Planet Gerak (prestasi olah raga), Planet Ilmu (prestasi akademik),  Planet Hati (prestasi keagamaan), Planet Seni (prestasi seni dan budaya), Planet Unik (prestasi yang unik), Planet Kreatif (produk ekonomi kreatif), Planet Dolanan (permainan tradisional), Planet Ceria (permainan anak anak),  dan Planet Kuliner (jualan  aneka makanan produk KPM yang sudah graduasi).
 
 

Di panggung utama atau Planet Matahari, Kak Seto dan Kak Henny mengajak anak-anak bernyanyi dan menari. Ada juga penampilan pencak silat, persembahan lagu dari anak-anak penyandang disabilitas, serta persembahan lagu dari Rara yang merupakan salah satu anak berprestasi di bidang tarik suara dari keluarga penerima bantuan sosial PKH.
 
Sementara itu, di Planet Gerak digelar workshop pencak silat, takwondo, Jiu-Jitsu diiringi rampak gendang, atraksi juggling bola, lomba penalti, dribling bola basket, permainan raket dan shuttle cock. Lomba keterampilan bermain olah raga, lomba bermain catur bersama Juara Catur Internasional Penyandang Disabilitas, dan Lomba Tenis Meja.
 
Kemudian bergeser ke Planet Ilmu. Anak-anak bisa menikmati fasilitas rumah baca/perpustakaan keliling dan Demo Fisika Itu Asyik oleh tim dari IPB. Anak-anak dapat mengikuti kuis cerdas cermat, kuis tebak tokoh, dan lomba menulis surat untuk Presiden.
 
Lanjut ke Planet Hati, di planet ini disuguhkan penampilan pendakwah cilik, pendeta cilik, dan biksu cilik. Ada juga Lomba sambung ayat, lomba membaca Al Quran, lomba marawis/qasidah/nyanyian rohani.



Beralih ke Planet Seni, sesuai namanya planet ini menampilkan beragam prestasi anak-anak di bidang kesenian. Misalnya, juara menyanyi, juara vocal group, juara baca puisi, juara tari, juara dongeng. Workshop di planet ini ada tiga yakni tarian nusantara, menyanyi, baca dongeng, dan puisi.
 
Di Planet Unik, anak-anak akan melihat bergam karya unik anak-anak berprestasi di bidang seni dan keterampilan. Untuk workshop, anak-anak akan dibimbing untuk melukis bersama dan membuat keterampilan kreatif dari bahan-bahan daur ulang.
 
Lalu Planet Kreatif memamerkan hasil produksi ekonomi kreatif keluarga, kegiatan transaksi jual beli proruk kreatif oleh anak-anak, kegiatan membatik, pameran kerajinan tangan serta produk makanan dan minuman ringan hasil karya keluarga kreatif.
 
Tak kalah unik ialah Planet Tradisional. Anak-anak diajak bermain engklek, engrang, ogok ban, lompat karet dan gobak sodor. Ada pula lomba permainan tradisional.
 
Planet Ceria menghadirkan workshop dari para relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) seperti Vertical Rescue, Water Rescue, trampolin, dan inlatable baloon.
 
Terakhir, Planet Kuliner. Anak-anak dan keluarganya dapat menikmati beragam menu kuliner seperti pecel, jamu sinom dan beras kencur, asinan Bogor, cilok, ikan pepes, dan tahu Kuningan.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id