Lucile Armstrong Award

Bawakan Tari Kipah Aceh, Siswa Indonesia Berjaya di Inggris

Farhan Dwitama 13 Juli 2018 12:04 WIB
Prestasi Pelajar
Bawakan Tari Kipah Aceh, Siswa Indonesia Berjaya di Inggris
31 tim misi budaya SMA Al Izhar tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat 13 Juli 2018, Medcom.id/Farhan Dwitama
Tangerang : Sebanyak 24 siswa siswi SMA Al-Izhar Pondok Labu yang tergabung dalam tim misi Budaya, berhasil melambungkan nama Indonesia di kancah internasional pada ajang festival budaya Llangollen International Musical Eisteddfod 2018, di Wales Inggris.

Tim ini mampu mengungguli 5.000 peserta dari 50 negara di dunia lainnya, setelah berhasil menyabet piala Lucile Armstrong Dance Competition dengan menampilkan tarian Kipah (kipas) asal Aceh

“Kami sangat bahagia dan bersyukur bisa kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional, semoga ke depan Indonesia semakin dikenal dengan ragam budayanya yang kaya,” kata Putri salah seorang peserta tari Kipah, Jumat 13 Juli 2018 di terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.


Putri menerangkan, tarian Kipah asal Aceh ini dibawakan oleh 15 penari putri yang berasal dari Sekolah Al Izhar. Tarian ini sebelumnya digunakan sebagai media komunikasi pada masa penyebaran Islam di Indonesia, namun saat ini, tarian ini sudah dijadikan tarian tradisional Aceh yang sudah dipentaskan di seluruh dunia.

“Tarian ini menggambarkan kebersamaan dan kerja sama yang ada di masyarakat dan memiliki gerakan yang sangat dinamis. “Kipah”, kipas tradisional dari Aceh, digunakan sebagai properti dalam tarian ini. Kipas ini menghasilkan  suara unik yang membuat tarian ini menjadi lebih hidup,” ujar siswi kelas XII SMA tersebut.

Andika Mardiansyah, guru pendamping di ajang kompetisi tersebut, menerangkan untuk bisa mencapai ke sesi Grand Final Lucile Armstrong, tim misi budaya Al-Izhar Pondok Labu harus memenangkan di beberapa kategori. Di antaranya traditional folk, Cultural Showcase dan Choreographed Stylized Folk Dance Group.

“Dari situ, kemudian oleh Dewan Juri kami terpilih sebagai juara umum,” kata Andika.

Tim misi budaya SMA Al-Izhar di ajang Llangollen International Musical Eisteddfod ini lanjut dia, terdiri 31 orang yang terdiri dari 24 murid, 4 pelatih, 1 art director, 1 guru, dan 1 officer.

Setibanya di Terminal 2 D Bandara Soekarno-Hatta, tim disambut langsung sekretaris Kementerian Pariwisata RI Ukus Kuswara beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Ukus mengucapkan selamat atas keberhasilan tim budaya SMA Al Izhar yang telah mengharumkan nama Indonesia.

“Dengan keberhasilan tim misi budaya ini, portofolio Indonesia sebagai destinasi wisata Budaya di mata dunia akan menjadi magnet bagi orang-orang di luar sana untuk mengenal jauh tentang Indonesia,” katanya.

Llangollen International Musical Eisteddfod merupakan Festival budaya antarbangsa yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya, meliputi festival musik dan tari yang berlangsung setiap bulan Juli di Llangollen, North Wales.

Ajang ini mendatangkan penyanyi dan penari dari seluruh dunia untuk ikut mengambil bagian dari 20 lebih jenis yang dikompetisikan.

Pada tahun ini festival tersebut diikuti 5.000 lebih penyanyi, penari, dan pemusik dari sekitar 50 negara untuk melakukan pertunjukan di depan lebih dari 50.000 orang penonton, dan berlangsung selama 6 hari.



(CEU)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360