(Ilustrasi) Sumpah Pemuda yang dibacakan pada Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928 beberapa kali berubah dalam sejarah Indonesia. Medcom.id
(Ilustrasi) Sumpah Pemuda yang dibacakan pada Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928 beberapa kali berubah dalam sejarah Indonesia. Medcom.id

Sumpah Pemuda

Isi Sumpah Pemuda Sempat Berubah dalam Sejarah Indonesia

Nasional sejarah Sumpah Pemuda
Fachri Audhia Hafiez • 26 Oktober 2020 17:10
Jakarta: Peneliti sejarah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam mengungkapkan isi Sumpah Pemuda sempat berubah usai diikrarkan pada 28 Oktober 1928. Asvi menyebut perubahan beberapa kali terjadi saat peringatan hari bersejarah itu.
 
"Ketika pemerintah mau memperingati Sumpah Pemuda, ketika ada kongres pemuda, semboyan atau slogan tidak persis sama dengan Sumpah Pemuda 1928 itu," kata Asvi kepadaMedcom.id, Senin, 26 Oktober 2020.
 
Perbedaan pertama muncul pada 1938 dalam penulisan frasa "Pertama, Kami Putra-Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia". Pada 1938, frasa tersebut menjadi "bertumpah tanah yang satu yaitu bangsa Indonesia".

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi bertumpah tanah yang satu, bangsa Indonesia. Kemudian berbangsa satu Bangsa Indonesia. Kita berbahasa satu berbahasa Indonesia. Begitu jadinya," ujar Asvi.
 
Asvi menilai perubahan pada peringatan Sumpah Pemuda 1938 itu agak aneh. Terlebih pada kalimat pertama yang menyelipkan kata tanah.
 
Perubahan kembali terulang pada 1958. Ikrar pada tahun tersebut berubah menjadi "Mengaku satu tanah air, tanah air Indonesia. Mengaku satu bangsa, Bangsa Indonesia. Mengaku berbahasa satu, Bahasa Indonesia."
 
Lagi-lagi modifikasi sejarah terjadi pada era Orde Baru. Istilah satu nusa, satu bangsa, satu bahasa mengemuka pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
 
Baca: Ikrar Berbahasa Indonesia Sebagai Simbol Persatuan
 
Namun, dia menilai rumusan original Kongres Pemuda II pada 1928 paling tepat. Kalimat dalam ikrar Sumpah Pemuda 1928 memiliki makna yang jelas dan tegas. Ikrar tersebut menegaskan persatuan terwujud melalui Bahasa Indonesia tanpa mengesampingkan bahasa daerah.
 
"Makanya rumusan yang tepat itu rumusan yang tahun 1928, menjunjung tinggi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Kemudian bahasa daerah tidak dilupakan," ucap Asvi.
 
Setiap tahun peringatan Hari Sumpah Pemuda selalu diselenggarakan. Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 2020 yang memasuki usia 92 tahun mengusung tema Bersatu dan Bangkit.
 
Peringatan Hari Sumpah Pemuda termaktub dalam Keputusan Presiden Indonesia No. 316 tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur.
 
Berikut ikrar yang dibacakan dalam Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928:
Pertama, Kami Putra-Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kedua, Kami Putra-Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga, Kami Putra-Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif