Gedung Majelis Ulama Indonesia. Dok. MI
Gedung Majelis Ulama Indonesia. Dok. MI

MUI: Salat Jumat Bergelombang di Satu Masjid Tidak Sah

Nasional fatwa mui Virus Korona New Normal
Anggi Tondi Martaon • 04 Juni 2020 11:32
Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan penyelenggaraan salat Jumat bergelombang tidak sah. Meski terdapat kelonggaran dengan alasan yang dibenarkan secara syariat Islam (‘udzur syar’i).
 
Ketentuan tersebut dikeluarkan melalui Taujihat MUI Nomor Kep-1199/DP-MUI/VI/2020 menyikapi wacana penyelenggaraan salat Jumat pada era kenormalan baru. Sejumlah pihak mengusulkan salat Jumat dilakukan bergelombang di satu masjid untuk mengakomodasi jemaah.
 
"Orang Islam yang tidak dapat melaksanakan salat Jumat disebabkan suatu ‘udzur syar’i hanya diwajibkan melaksanakan salat zuhur," kata Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abas di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada beberapa alasan salat Jumat bergelombang menjadi tidak sah. Fatwa tersebut mempunyai pijakan dalil syariat (hujjah syar’iyah) yang lebih kuat untuk konteks situasi dan kondisi di Indonesia.
 
"Serta merupakan pendapat ulama empat madzhab (al-madzahib al-arba’ah)," ungkap dia.
 
Hukum asal salat Jumat hanya sekali dan dilakukan di satu masjid di setiap kawasan. Pelaksanaanya juga tidak boleh ditunda.
 
Baca: Fatwa MUI DKI soal Salat Jumat di Kala New Normal
 
Salat Jumat boleh dilakukan lokasi lain dalam kondisi darurat atau kebutuhan mendesak (hajah syar’iyah). Seperti jauhnya jarak atau daya tampung rumah ibadah tidak memadai. Ulama dari zaman ke zaman tidak memilih opsi salat Jumat dua gelombang atau lebih di tempat yang sama.
 
"Padahal mereka sudah membolehkan salat Jumat di lebih dari satu masjid (ta’addud al-Jum’ah) di satu kawasan, bila keadaan menuntut seperti yang telah diuraikan di atas," sebut dia.
 
Pelaksanaan salat Jumat secara bergelombang seperti di negara lain di Eropa dan Amerika tidak relevan dilakukan muslim Indonesia. Sebab, umat Islam di Indonesia merupakan mayoritas dan memiliki kemudahan menyelenggarakan salat Jumat.
 
"Di negara tersebut, umat Islam merupakan minoritas dan sangat sulit mendapatkan izin tempat untuk melaksanakan salat Jumat. Tempat yang ada tidak bisa menampung jumlah jema'ah. Sehingga tidak ada alternatif selain mendirikan salat Jumat secara bergelombang di tempat yang sama," kata dia.
 
Baca: MUI Siapkan Aturan Agar Salat Jumat Tetap Satu Gelombang
 
Selain itu, salat Jumat dua gelombang juga dianggap menimbulkan kerepotan luar biasa (masyaqqah) dan membahayakan kesehatan jemaah. Sebab, orang yang menunggu jadwal salat gelombang kedua rawan berkerumun.
 
"Justru berpeluang terjadinya kerumunan yang bertentangan dengan protokol kesehatan," kata dia.
 
MUI menyarankan salat Jumat diselenggarakan di sejumlah tempat lain ketimbang membuat beberapa gelombang jemaah di satu masjid. Cara ini lebih baik jika merujuk ke syariat agama dan protokol kesehatan.
 
MUI: Salat Jumat Bergelombang di Satu Masjid Tidak Sah
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif