Politikus Partai Demokrat Andi Arief - ANT/Muhammad Adimaja.
Politikus Partai Demokrat Andi Arief - ANT/Muhammad Adimaja.

Ani Yudhoyono Sumber Energi Demokrat dan SBY

Nasional sby partai demokrat
Candra Yuri Nuralam • 03 Juni 2019 14:58
Jakarta: Politikus Partai Demokrat Andi Arief megatakan istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, merupakan sosok hebat yang bisa menggerakkan partai. Ani juga tiang penyangga partai yang mengokohkan Demokrat.
 
"Bu Ani ini kalau di partai seperti generator. Generator itu yang membangkitkan, yang mendorong. Walau bukan pelaku langsung tapi dia mendorong jadi memberi semangat memberi energi pada partai terutama pada Pak SBY," kata Andi Arief dikediaman SBY di Puri Cikeas, Cikeas, Bogor, Senin, 3 Juni 2019.
 
Andi menyebut peran Ani tidak bisa digantikan siapa pun. Menurutnya, sosok Ani sangat kompleks bisa menempatkan diri sebagai seorang istri dan seorang 'sekretaris' pribadi SBY dalam waktu yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi ini yang saya sebut dengan ruang kosong yang tidak semuanya bisa dipenuhi Pak SBY, tapi bukan orang yang intervensi pada partai lebih pada dia sebagai generator buat Pak SBY," ujar Andi.
 
Salah satu contohnya, kata Andi, Ani biasa mencatat dan mengingatkan SBY tentang isi rapat. Serta perdebatan yang muncul baik saat memimpin partai maupun saat masih menjadi kepala negara.
 
"Jadi kalau listrik (SBY) itu pembangkit ya (bu Ani) sumber energinya," tutur Andi Arief.
 
(Baca juga:Ani Yudhoyono Tak Tergantikan Bagi SBY)
 
Sosok Ani yang telaten juga tidak hanya dirasakan untuk SBY. Sosok itu juga dirasakan oleh para politikus partai Demokrat.
 
Kepergian Ani menyisakan luka mendalam bagi seluruh jajaran partai. Demokrat, kata Andi, merasa kehilangan sosok perempuan super yang merupakan generator penggerak partai.
 
"Karena itu partai Demokrat dan Pak SBY pasti kehilangan dengan kepergian Bu Ani," pungkas Andi Arief.
 
Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono meninggal di usia 66 tahun, Sabtu, 1 Juni 2019, sekitar pukul 11.50 waktu Singapura. Ani meninggal karena penyakit kanker darah yang diderita sejak Februari 2019.
 
Jenazah Ani sempat disemayamkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura sebelum diterbangkan ke Tanah Air. Jenazah Ibu Negara keenam Indonesia itu tiba di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 22.55 WIB.
 
Ani Yudhoyono dimakamkan di Blok M 129 TMP Kalibata. Makam Ani berada satu meter di sebelah barat makam Ainun Habibie dan berada di samping kanan makam sang ayah, Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif